Selasa, 27 Maret 2018

Dianggap Provokatif Ustadz Wahabi Fadlan Gramatan Akhirnya Dilaporkan ke Polisi

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Ustadz yang oleh sebagian pihak dianggap kondang di Indonesia bagian Timur Fadlan Garamatan akhornya dilaporkan ke polisi karena ceramahnya yang dinilai provokatif. Fadlan dianggap telah menghina orang Papua melalui ceramah keagamaannya yang beredar luas di media sosial.

Ustaz Fadlan dilaporkan warga bernama John Baransano ke Markas Kepolisian Daerah Papua, Senin, (26/03/2018)

"Kami laporkan yang bersangkutan karena cemarahnya menimbulkan keresahan, dan kami minta Polisi segera memprosesnya sesuai hukum yang berlaku," kata Yulianto, pengara pelapor kepada Viva, dilansir Dutaislam.com.

Isi ceramah Ustaz Fadlan yang viral di media sosial dinilai Yuliyanto telah menghina dan merendahkan harkat dan martabat rakyat Papua. Bahkan Yuliyanto menyebutnya bohong.

"Isi ceramah Ustaz Fadlan dalam video itu bohong, menghina dan menghasut serta merendahkan martabat orang," katanya.

Yulianto mengatakan, berdasarkan pengamatannya, pernyataan Ustaz Fadlan dalam video ceramah telah memenuhi unsur melanggar Pasal 27 ayat 3 Jo. UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Sebelum melaporkan ceramah Ustaz Fadlan ke polisi, lanjut Yuliyanto, kliennya sudah lebih dulu berdiskusi dengan tokoh agama kristen dan muslim di Papua.

"Klien saya sudah diskusikan ini dulu kepada Beny Gurik dan tokoh Muslim Papua, Taha Al Hamid sebelum membuat laporan, bahkan mereka siap jadi saksi untuk pengaduan ini," ungkap Yulianto.

Lebih lanjut mengenai isi ceramah Ustadz Fadlan sebagai berikut:

“27 tahun berdakwah di Irian. Awal 78 saya hijrah ke Makassar. di saat itu banyak orang mencurigai bukan seorang muslim dari irian.

Setelah saya pulang dari Irian, bagaimana mengubah keadaan, tidak ada jalan lain, jalan satu-satunya untuk kita mengubah dengan dakwah harus langsung menyentuh ke masyarakat pedalaman.

Karena orang-orang di pedalaman Irian itu semua, hampir dikasih bodoh oleh misionaris-misionaris yang datang ke sana. sehingga saya mencoba untuk melakukan dakwah dengan I dengan peta untuk wilayah pegunungan. Wilayah Asmat, wilayah sungai. Saya bisa menggunakan teori menggunakan sabun mandi.

Kenapa saya menggunakan sabun mandi? karena saudara-saudara kita di pegunungan itu, di sungai-sungai itu, di lembah-lembah itu, diajarkan oleh misionaris tidak boleh mandi menggunakan air bersih. Mereka boleh mandi tapi menggunakan lemak bagi.

Daging babinya dia bakar, dia tampung sesudah itu mereka habis makan itu daging babi, mereka berpesta, setelah itu menggosok tubuh badannya dengan minyak atau lemak babi.

Yang disampaikan misionaris adalah, itu untuk mengusir nyamuk dan membuat tubuh badan hangat."

Dipanggil MUI Papua
Salah seorang tokoh Muslim Papua Thaha Al Hamid angkat bicara menanggapi cemamah Ustad Wahabi tersebut. Bagi Thaha, cerita yang disampaikan Fadlan dalam ceramah tersebut merupakan cerita bohong yang dikarang-karangan yang berasal dari ilusi pikirannya sendiri. Thalhah juga menantang Fadlan untuk membuktikan dimana tempat yang Fadlan ceritakan tersebut

Selain dari tokoh setempat, ceramah provokatif dari ustad wahabi ini mendapat respon dari MUI Provinsi Papua. Jumat 22 Maret 2018 lalu, MUI Provinsi Papua menerbitkan surat panggilan kepada Fadlan Garamatan.

Isi surat panggilan menjelaskan bahwa ceramah dari Fadlan tersebut telah membuat hubungan harmonis antara umat Kristiani dan Islam Papua menjadi kurang kondusif, sehingga Fadlan dimita untuk segera menghadap dan memberikan klarifikasinya. [dutaislam.com/pin]

Keterengan:
Diolah dari viva.co.id dan suaraislam.co

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini