Kamis, 15 Maret 2018

BIN: 60 Persen Koten Media Sosial Adalah Hoaks

Ilustrasi: Istimewa
DutaIslam.Com - Konten-konten media sosial di Indonesia ternyata didominasi informasi bohong atau hoaks. Demikian disebutkan oleh Direktur Informasi dan Komunikasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Purwanto. Dengan banyaknya informasi hoaks tersebut, sehingga menyebabkan masyarakat mudah terpengaruh karena tidak jeli dalam menerima informasi.

"Dari penelitian, informasi hoaks sudah mencakup 60 persen dari konten media sosial di Indonesia," ujar Wawan di Jakarta, Rabu (14/03/2018), sebagaimana dilansir Kompas.com.

Menurut Wawan, hal ini disebabkan karena kurangnya daya kritis masyarakat dalam menerima informasi. Begitu melihat konten di media sosial, langsung dipercaya 100 persen. Ia mengatakan, masyarakat perlu meningkatkan kesadaran bahwa banyak hoaks yang berseliweran sehingga harus cek dan ricek kebenarannya.

"Tidak boleh lantas menjadikan itu sebagai suatu pegangan. Nanti adik-adik menulis skripsi, tesis, disertasi sebenarnya tidak boleh mendasarkan itu (hoaks)," kata Wawan.

Wawan mengatakan, Indonesia rentan terpengaruh hoaks karena pengakses internet mencapai lebih dari 50 persen dari jumlah penduduk. Ia menilai, fakta tidak terlalu berpengaruh dalam membentuk opini publik ketimbang emosi dan keyakinan personal.

Artinya, penyebar hoaks punya pengaruh besar daripada fakta yang sebenarnya karena dia tahu emosi massa. "Jika terus dimunculkan, maka berita hoaks bisa dianggap benar," kata Wawan. [dutaislam.com/gg]

Source: Kompas.com

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini