Sabtu, 31 Maret 2018

Asbabun Nuzul Surat Al-Ahzab Ayat 59 Tentang Wajibnya Berhijab

arti perkata surat al-ahzab ayat 59
Kandungan surah al ahzab ayat 59.
Asbabun nuzul Surat Al-Ahzab ayat 59 sangat berkaitan dengan ayat turunnya kewajiban berjilbab. Arti perkata surat Al-Ahzab 59 (latin), menunjukkan hal itu berkaitan dengan ayat hijab yang banyak dicari. Kadungan Surah Al-Ahzab ayat 59 ini sarat pesan moral.

DutaIslam.Com - Asbabun nuzul ayat berhijab (Q.S. al-Ahzab ayat 59) terjadi karena Allah telah memberikan perintah kepada Nabi Muhammad agar ia menyuruh istri-istri dan anak-anak perempuan agar mengulurkan jilbab keseluruh tubuh mereka. Asbabun nuzul ayat berhijab ini timbul untuk membedakan antara wanita muslim dengan wanita jahiliah serta budak-budak perempuan.

Asbabun nuzul ayat berhijab dikemukakan oleh enam orang ulama. Keenam ulama yang mengutarakan asbabun nuzul ayat berhijab tersebut ialah Said bin Manshur, Saad, Abd bin Humaid, Ibnu Mundzir, dan Ibnu Abi Hatim. Periwayatan asbabun nuzul ayat berhijab bersumber dari seorang sahabat bernama Abi Malik. Asbabun nuzul ayat berhijab termuat dalam hadis berikut.

"Dahulu para istri Nabi Muhammad keluar rumah untuk buang hajat. Saat itu kaum munafik yang melihatnya, menyakiti dan mengganggu para istri Nabi Muhammad. Ketika ditegur, kaum munafik menjawab, “Kami hanya mengganggu hamba sahaya saja.” Dengan adanya asbabun nuzul ayat berhijab ini, turunlah al-Quran Surat al-Ahzab ayat 59.

Sementara Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya mengemukakan asbabun nuzul ayat berhijab yang diriwayatkan oleh Ibnu Hatim. Asbabun nuzul ayat berhijab ini menyebutkan bahwa ketika Q.S. al-Ahzab ayat 59 diturunkan, para wanita di kalangan kaum Ansar keluar rumah dengan tenang. Seakan-akan terdapat burung gagak di atas kepala mereka, sedangkan mereka mengenakan pakaian berwarna hitam.

Sebelum adanya asbabun nuzul ayat berhijab ini, tidak ada perbedaan cara berpakaian antara wanita merdeka dengan wanita budak. Antara wanita baik dan terhormat dengan wanita yang kurang baik pun memiliki penampilan yang sama. Asbabun nuzul ayat berhijab ini menjadi penyebab turunnya Q.S. al-Ahzab ayat 59 yang memberikan sekat untuk membedakan keduanya, agar pelecehan tidak menimpa wanita muslim yang baik dan terhormat.

Adanya asbabun nuzul ayat berhijab menandakan bahwa Q.S. al-Ahzab ayat 59 tidak semata turun dalam konteks untuk menutup aurat perempuan. Dalam konteks yang lebih luas, asbabun nuzul ayat berhijab menjadi isyarat pelajaran agar para pria jahil tidak menggangu muslimah dimanapun mereka berada. Maka dengan memahami asbabun nuzul ayat berhijab, umat islam tidak akan memahami Q.S. al-Ahzab secara parsial.

Asbabun nuzul ayat berhijab ini menjadi landasan peristiwa agar Nabi Muhammad menyampaikan ketentuan Allah kepada para muslimah. Hal ini untuk mencegah agar peristiwa yang menimpa para istri nabi yang diceritakan dalam asbabun nuzul ayat berhijab riwayat Ibnu Hatim, tidak lagi menimpa kaum muslimah di manapun mereka berada.

Dengan adanya asbabun nuzul ayat berhijab ini, ulama membuat klasifikasi khusus mengenai pengertian hijab. Para ulama memiliki pendapat berbeda-beda mengenai pengertian hijab. Ibnu Abbas mengertikan hijab sebagai mantel yang menutup bagian tubuh atas hingga bagian bawah. Adapun al-Qurthubi, Ibnu Arabi, dan an-Nasafi mengatakan bahwa hijab ialah pakaian yang menutupi seluruh tubuh. Ada pula ulama yang mengartikan hijab sebagai baju kurung longgar dan tidak terlalu tipis yang menutup seluruh bagian tubuh wanita.

Bagaimanapun kriteria hijab, tetap memiliki satu tujuan utama yaitu menutup aurat wanita muslim. Meskipun pada akhirnya tetap terjadi perbedaan pendapat di antara ulama mengenai batasan aurat bagi wanita muslim. Hal ini pulalah yang menyebabkan terjadinya perbedaan pemahaman dalam mengkaji asbabun nuzul ayat berhijab ini.

Kontekstualisasi Asbabun Nuzul Ayat Berhijab


Di era sekarang banyak umat Islam yang mengabaikan asbabun nuzul ayat berhijab dalam memahami Q.S. al-Ahzab ayat 59. Sehingga mereka memahaminya dengan setengah-setengah yang rawan dengan kekeliruan. Ada sebagian kalangan yang secara ekstrim mewajibkan penggunaan hijab bagi muslimah, begitu pula sebaliknya. Sebagian kalangan menganggapnya sebagai sasuatu yang tidak wajib bagi muslimah.

Maka dengan memahami asbabun nuzul ayat berhijab, seorang muslim akan mampu berlaku bijak dan fleksibel mengenai kewajiban berhijab bagi seorang muslim. Seperti yang disampaikan oleh ulama asal Indonesia, M. Quraish Shihab.

Penulis Tafsir al-Mishbah ini cenderung tidak sepakat dengan pendapat yang mewajibkan wanita untuk menutup seluruh tubuhnya karena dianggap sebagai aurat. Quraish Shihab mengutarakan gagasan tersebut setalah melakukan pendalaman menggunakan seperangkat pisau analisis untuk memahami ayat-ayat al-Quran, salah satunya ialah asbabun nuzul ayat berhijab.

Sayangnya cukup banyak pula umat muslim yang secara ekstrim memahami al-Quran sebatas pada teks semata. Tidak sampai pada tataran yang lebih mendalam, seperti pengkajian terhadap asbabun nuzul ayat berhijab.

Padahal dengan memahami asbabun nuzul ayat berhijab, seseorang akan mampu memahami situasi dan kondisi ketika ayat tersebut diturunkan. Kemudian mengkontekstualisasikannya ke dalam kehidupan sekarang agar konsep al-Quran yang solihun li kulli zaman wa makan, tidak sekadar menjadi teori. [dutaislam.com/ali]

Artikel Dutaislam.com

Demikian Asbabun nuzul surat Al-Ahzab yang disebutkan dalam beberapa kitab tafsir. Adapun asbabun nuzul surat An-Nur ayat 31, silakan baca di artikel berikutnya.
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini