Jumat, 16 Maret 2018

Adab (Cium Tangan) Tidak Dipelajari dari Buku Tapi dengan Berguru

KH Kafabihi Mahrus langsung mencium Mbah Dimyathi Rois (Kendal)
dengan ketundukan total saat baru turun dari mobil. 
DutaIslam.Com - Hanya karena beda soal tafsir, orang mudah menghina sesepuh. Foto-foto ini sengaja dimuat Dutaislam.com sebagai pengingat, bahwa ulama Indonesia patut jadi teladan kita.

Di Tengah maraknya ujaran kebencian hanya karena perbedaan sudut pandang, pemandangan ini ibarat telaga di tengah kekeringan adab. Contohlah!

1). Habib Luthfi bin Yahya sedeku laiknya murid ketika bertemu dengan Syeikh Muhammad Arobi dari Maroko. Lokasi foto di ndalem Habib Umar Muthohhar, Semarang.


2). KH Said Aqil Siraj Ketum PBNU pun kepada Rois Amm Jatman Habib Luthfi bin Yahya duduk bersila di bawah kursi. Inilah adab.


3). KH Maimoen Zubair mencium tangan Habib Yusri al-Hasani (Mesir), walau secara usia, habib lebih muda dari Mbah Moen. Inilah perintah Nabi.


4). Mbah Moen juga mencium tangan (alm) KH Muzadi karena beliau adalah keponakan. Walaupun jelas lebih sepuh Mbah Moen secara usia. Ini tatakrama kepada yang lebih sepuh status keluargnya.


5). Mbah KH Maimoen Zubair Sarang juga menunduk ketika bertemu Habib Sholeh al Aydrus. Mereka saling memeluk, saling mencium. Seisi ruangan terharu. Meneteskan air mata melihat ketawadluan Mbah Moen, yang, meskipun lebih sepuh, beliau tetap hormat kepada al habib.


Foto-Foto Kiai Cium Tangan


6). Lagi, Mbah Moen juga iklash mencium tangan Sayyid Ahmad (Makkah) walau usianya masih semuda putra beliau yang paling muda. Ini bentuk penghormatan sebagai ibnul karim, putra dari orang mulai, Sayyid Muhammad (alm).


7). Lihatlah posisi sederhananya Gus Mus ketika menjamu tamu beliau Habib Quraish Shihab di rumah. Sesederhana Gus Mus membuat puisi cinta.


8). Gus Dur sengaja datang ke KH Turaichan Adjhuri (Kudus) karena meminta maaf semasa jadi Ketum PBNU pernah tidak sependapat. Cium tangan adalah ishlah antara santri dan kiai.


9). Di hadapan Mbah Dim juga, KH Kafabihi Mahrus (pengasuh pondok Lirboyo, guru Kiai Said), duduk lesehan seperti santri ngaji sorogan ke kiai. Ini sangking ta'dhim yang bisa meredam sombong. 


 10). KH Kafabihi Mahrus langsung mencium Mbah Dimyathi Rois (Kendal) dengan ketundukan total saat baru turun dari mobil. Apakah ini pencitraan?


11). Kiai Said mencium tangan Rois Aam PBNU KH Ma'ruf Amin karena Ketum itu posisinya memang pelaksana Rois Aam PBNU. Inilah adab struktural dan kultural di NU.


12). Jenderal (purn.) Prabowo hormat ke Presiden Jokowi ala militer dan dan dibalas hormat ala sipil pula oleh Presiden. Ini adab sinergi.


13). Walaupun Presiden,Pak Dhe Jokowi tidak sungkan cium tangan KH Sholeh Qosim. Fotonya diambil dari belakang. Tidak mungkin pakai adab pencitraan: settingan. 


14). KH Ma'ruf Amin dituntun Presiden. Bukan sebaliknya. Apakah adab PKI ada yang seperti ini? Bukankah Rasulullah yang perintah menghormati ulama dan orang tua?


Zaid bin Tsabit—pencatat resmi wahyu Al-Quran, salah satu pimpinan ulama di Madinah, dan ketua panitia penulisan Al-Quran— pernah bermaksud menaiki hewan kendaraan.

Ibnu Abbas ingin membantunya, lalu memegangi sanggurdinya. Zaid melarangnya, namun Ibnu Abbas menjawab:

“Demikianlah kita diperintahkan untuk bertakdzim kepada para ulama.”

“Tunjukkan tanganmu padaku .. ,” kata Zaid.

Ibnu Abbas memperlikatkan tangannya. Zaid pun menundukkan kepala dan mencium tangan Ibnu Abbas, lalu berkata:

“Demikianlah kita diperintahkan untuk menghormat kepada keluarga Rasulullah.”

Ibnu Abbas—sepupu Rasulullah dan ahli tafsir kesohor era sahabat—adalah murid aktif Zaid bin Tsabit. Jika ia bermaksud mengaji kepada gurunya tersebut, ia yang datang menghadap kepanya. Kata Ibnu Abbas:

“Ilmu didatangi, bukan didatangkan ..”

Sejatinya, adab tidak dipelajari dari buku, tapi adab memang harus didapatkan dari berguru, bukan berbuku. [dutaislam.com/ab]].
Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini