Sabtu, 17 Februari 2018

Hari Arafah, Padang Arafah, Rahasia dan Keutamaan-Keutamaannya

Wukuf di Padang Arafah. Foto: Istimewa
Oleh Hikam Zain

DutaIslam.Com - Apa yang anda ketahui tentang Arafah? Dalam kamus Munjid Arafah adalah sebuah gunung yang berada di dekat Mekah Almukarromah. Dan hari Arofah adalah hari ke-9 Bulan Dzul Hijjah.

Tertera dalam kamus Al Mukhit bahwa Arafah adalah  sebuah dataran untuk berhentinya orang yang melaksanakan haji, tepatnya berada 12 kilo dari Makah Almukarromah.

Keutamaan Hari Arafah
Hari Arafah memiliki beberapa keutamaan, diantaranya sebagai berikut:

1. Turunnya ayat:  اليوم اكملت لكم  pada hari jum'at di padang Arafah.

Diriwayatkan dalam Shohih Bukhori dan Muslim:

يا أمير المؤمنين آية في كتابكم تقرؤونها لو علينا معشر اليهود نزلت – لاتخذنا ذلك اليوم عيدا . قال أي آية ؟ قال { اليوم أكملت لكم دينكم وأتممت عليكم نعمتي ورضيت لكم الإسلام دينا } . قال عمر قد عرفنا ذلك اليوم والمكان الذي نزلت فيه على النبي صلى الله عليه و سلم وهو قائم بعرفة يوم جمعة

Wahai amirul mukminin , suatu ayat dalam kitab kalian (Al-Qur-an) kalian membacanya, seandainya diturunkan kepada kami orang-orang yahudi, maka kami akan menjadikan hari turunnya sebagai hari raya (‘ied).

Umar RA berkata : sungguh kami mengetahui hari tersebut dan tempat turunnya kepada Nabi SAW. Sedangkan ia berdiri di Arofah hari Jumat (HR. Al-Bukhory no.45 dan Muslim no 3017 cetakan darul fikr).

2. Hari Perayaan Umat Islam

»يَوْمُ عَرَفَةَ وَيَوْمُ النَّحْرِ وَأَيَّامُ التَّشْرِيقِ عِيدُنَا أَهْلَ الْإِسْلَامِ وَهِيَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرب

“Hari ‘Arafah dan Hari Qurban, serta hari-hari Tasyriq adalah hari raya kita, orang-orang Islam. Hari-hari tersebut adalah hari-hari makan dan minum.”

3. Termasuk Hari yang Dibuat Sumpah oleh Allah.

Dzat yang mulia tidak akan bersumpah kecuali terhadap perkara yang dimuliakan juga. Allah SWT berfirman: (al buruj) وَشَاهِدٍ وَمَشْهُودٍ

“Dan demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.”

Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Nabi SAW bersabda:

الْيَوْمُ الْمَوْعُودُ يَوْمُ الْقِيَامَةِ، وَالْيَوْمُ الْمَشْهُودُ يَوْمُ عَرَفَةَ، وَالشَّاهِدُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، وَمَا طَلَعَتْ الشَّمْسُ وَلَا غَرَبَتْ عَلَى يَوْمٍ أَفْضَلَ مِنْهُ فِيهِ سَاعَةٌ لَا يُوَافِقُهَا عَبْدٌ مُؤْمِنٌ يَدْعُو اللَّهَ بِخَيْرٍ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ وَلَا يَسْتَعِيذُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا أَعَاذَهُ اللَّهُ مِنْهُ

“Hari yang dijanjikan” adalah Hari Kiamat, dan MASYHUUD adalah Hari Arafah. Sedangkan SYAHID adalah Hari Jum’at dan matahari tidak terbit dan tidak pula terbenam pada suatu hari yang lebih baik daripada hari Jum’at. Padanya terdapat waktu, tidaklah seorang hamba mukmin tepat pada waktu itu berdoa kepada Allah dengan kebaikan melainkan Allah akan mengabulkan baginya. Dan tidaklah ia berlindung dari sesuatu melainkan Allah melindunginya dari sesuatu tersebut.”

Ada yang berpendapat bahwa al Witr  dalam firman Allah : وَالشَّفْعِ وَالْوَتْر (الفجر: 3)

“Dan demi yang genap dan yang ganjil.” adalah hari Arafah.

Ibnu Abbas RA berkata: “Yang genap adalah hari Adha, sedang yang ganjil adalah hari Arafah.” Ini adalah pendapat Ikrimah dan al-Dhahhaak.

4. Hari Arafah Kesaksian terhadap anak cucu Adam AS

Dari Ibnu Abbas RA berkata : Rasulullah SAW bersabda:

أَخَذَ اللَّهُ الْمِيثَاقَ مِنْ ظَهْرِ آدَمَ بِنَعْمَانَ يَعْنِي عَرَفَةَ فَأَخْرَجَ مِنْ صُلْبِهِ كُلَّ ذُرِّيَّةٍ ذَرَأَهَا فَنَثَرَهُمْ بَيْنَ يَدَيْهِ كَالذَّرِّ ثُمَّ كَلَّمَهُمْ قِبَلًا قَالَ : )أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ قَالُوا بَلَى شَهِدْنَا أَنْ تَقُولُوا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ أَوْ تَقُولُوا إِنَّمَا أَشْرَكَ آبَاؤُنَا مِنْ قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِنْ بَعْدِهِمْ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ الْمُبْطِلُونَ

“Allah telah mengambil perjanjian (kesaksian) dari punggung Adam di Na’man, yakni Arafah. Lalu Dia mengeluarkan keturunannya dari tulang rusuknya, lalu menebarkan mereka di hadapanNya seperti benih. Kemudian Dia berkata kepada mereka secara langsung, (seraya berfirman): ‘Bukankah Aku Ini Tuhanmu?  mereka menjawab: ‘Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap Ini (keesaan Tuhan), atau agar kamu tidak mengatakan: ‘Sesungguhnya orang-orang tua kami Telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami Ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami Karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu? ‘).”
Sungguh agung hari tersebut! Sungguh agung kesaksian tersebut!

5. Berpuasa Hari Arafah Melebur Dosa Dua Tahun

 صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR. Muslim no. 1162)

6. Pada hari itu adalah waktu mulianya untuk berdoa. Seperti disebutkan dalam hadist nabi :

خير الدعاء دعاء يوم عرفة

“Sebaik-baik doa adalah doa yang dipanjatkan pada hari arafah.”

7. Hari Pengampunan Dosa dan Pembebasan dari Siksa Neraka.

Dari ‘Aisyah ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ

“Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah hari Arafah. Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim no. 1348).

8. Hari Arafah Termasuk Rukun dari pada Ibadah Haji dan Tidak Sah Haji Jika Tidak Melakukan Wukuf di Arafah.

Sabda Nabi: الحج عرفة

9. Allah Bangga dengan Orang Wukuf di Arafah.

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُبَاهِى مَلاَئِكَتَهُ عَشِيَّةَ عَرَفَةَ بِأَهْلِ عَرَفَةَ فَيَقُولُ انْظُرُوا إِلَى عِبَادِى أَتَوْنِى شُعْثاً غُبْراً

“Sesungguhnya Allah berbangga kepada para malaikat-Nya pada sore Arafah dengan orang-orang di Arafah, dan berkata: “Lihatlah keadaan hambaku, mereka mendatangiku dalam keadaan kusut dan berdebu” (HR. Ahmad 2: 224)

Keadaan Ulama Salaf  di Padang Arafah
Ada yang menghabiskan waktunya dengan rasa takut dan malu kepada Allah SWT. Mutharrif bin Abdullah dan Bakr al-Muzani telah melakukan wukuf di Arafah. Salah satu dari keduanya berkata: “Ya Allah, janganlah Engkau menolak orang-orang yang berwukuf dikarenakan aku.”

Dan yang lainnya berkata: “Sungguh tempat wukuf yang mulia dan paling diharapkan dari Tuhan, dan seandainya saya termasuk dari mereka.”

Ada juga di antara mereka yang terus-menerus berharap kepada Allah SWT. Abdullah bin al-Mubarak berkata: “Saya mendatangi Sufyan al-Tsauri pada sore di hari Arafah sedang beliau dalam keadaan duduk di atas kedua lututnya dan mata beliau mengalirkan air mata. Lalu saya menghampirinya dan berkata kepadanya: “Siapakah di antara orang yang bekumpul di sini yang paling buruk keadaannya?” beliau menjawab: “Orang yang menyangka bahwa Rabbnya tidak mengampuni dosa-dosanya.”

Demikian, semoga kita dimuliakan oleh Allah dan bisa wukuf di Arafah. [dutaislam.com/pin]

Ahmad Zain Bad, An- Nur II Bululawang Malang.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini