Kamis, 15 Februari 2018

Gus Yusuf Beberkan Strategi Bisnis Bagi Santri


DutaIslam.Com - Pengurus wilayah Himpunan Pengusaha Santri (HIPSI) Jateng bersinergi dengan Kementerian Koperasi dan UMKM mengadakan pelatihan Perkoperasian bagi pondok pesantren pada 12-14 Febuari 2018. Lebih dari tiga puluh pesantren di Jawa Tengah mengikuti pelatihan ini.

Peserta selama tiga hari penuh mendapatkan banyak pengalaman berharga. Salah satu materinya spiritual bisnis. Obrolan seputar motivasi berbisnis ini disampaikan oleh KH. M. Yusuf Chudlori (Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo) dengan moderator Mukhamad Zulfa (RMI NU Jateng).

"Macul langit wektu awan lan macul langit wektu bengi" papar Gus Yusuf

Artinya bahwa mencari rezeki pada siang hari sedangkan bermunajat diwaktu malam. Luangkan waktu barang tiga puluh menit untuk menangis bersimpuh setelah bertahajud. Memanjatkan bait doa untuk menjadi manusia yang bermanfaat dan berbahagia di akhirat. Tinggal diwaktu siangnya kita bekerja keras dengan sekuat tenaga, percaya bahwa Allah Maha Welas dan Asih terhadap hambanya, tentu akan mendapatkan rezeki.

Selain itu pengasuh Pesatren Entrepreneur (Partner) memberikan strategi berbisnis ala santri. Pertama, niat dan motivasi untuk bisnis. Sejatinya kegiatan apapun yang dikerjakan manusia ini adalah ibadah termasuk berbisnis. Kedua, etika berbisnis santri, (amanah dalam segala hal dan akhlak santri karimah lainnya). Ketiga, istiqomah dalam bahasa sekarang ajeg atau konsisten. Keempat, silaturahim dalam bahasa sekarang networking. Kalau keempat ini dipraktekkan. Insyaallah akan menjadi santri pengusaha yang berkah.

Selain spiritual bisnis, terdapat materi kebijakan pemerintah daerah dalam rangka pemberdayaan koperasi dan UMKM bagi pesantren, manajemen keuangan, konsep dasar perkoperasian, spiritual bisnis, peran serta anggota koperasi dan jaringan usaha koperasi. Peserta yang sudah lama berkecimpung dan ada yang akan membuat koperasi ini, mendapatkan serangakaian simulasi bisnis. Mulai dari persiapan, proses hingga eksekusi ketika sudah berdiri koperasi.

Disisi yang lain, KH. Imaduddin (ketua HIPSI Jateng) menyatakan bahwa kegiatan seperti ini tak hanya berhenti di tempat pelatihan belaka. Kami selaku pengurus siap untuk untuk mendampingi santri-santri dan alumni untuk mulai merintis dan mengembangkan usaha yang dimiliki pesantren atau santri itu sendiri. [dutaislam.com/zulfa/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini