Kamis, 22 Februari 2018

Alasan Mengerjakan Sholat Malam


Oleh Hikam Zain

DutaIslam.Com - Karena begitu agungnya beribadah di malam hari, hingga disebutkan di dalam Al-Qur'an (QS: Al-Isro’: 79):

وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا 

“Dan pada sebagian malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji.”

Titik tekannya adalah Maqoman Mahmuda (tempat yang terpuji, tempat yang layak , dan tempat yang berderajat) dikhususkan orang-orang yang mau beribadah di malam hari.

Enaknya ngomong, mau naik pangkat ?  Mau ekonominya tercukupkan? Dan mau dinaikkan derajatnya? Paksa diri untuk bangun malam dan bermunajat kepadaNya.

Dan ini diantaranya cara agar bisa bangun malam:
1. Cepat-cepat tidur. Telah diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhori bahwasannya Nabi SAW membenci tidur sebelum isya' dan juga benci terhadap pembicaraan-pembicaraan sesudah isya'. Tidurlah kira-kira  jam 9 atau jam 10 agardisepertiga malam bisa dan kuat untuk bangun.

2. Memaksakan diri untuk bangun malam dengan tidur sebelum berdoa, kemudian langsung berdoa, dilanjutkan dengan wudlu' dan memulai sholat sehingga bundelan-bundelan setan yang ada di alis, ada di rambut mata ini bisa terudari.

3. Menghindari dosa-dosa dan menghindari perbuatan maksiat. Berkata Ibrahim bin Adham ketika ditanya: Wahai Ibrahim bin Adham, sesungguhnya saya tidak kuat untuk Qiyamul lail, bagaimana obatnya biar saya bisa menjalankannya karena begitu agung pahala yang didapat ?, kemudian apa kata Ibrahim bin Adham: لا تعصيه بالنهار "janganlah bermaksiat di siang hari". Maka Allah SWT nanti akan memberikan kekuatan kepadamu untuk bagun malam hari, karena sesungguhnya engkau menghadap Tuhan di malam hari  adalah termasuk perkara yang agung, dan orang yang bermaksiat tidak pantas untuk memperoleh kemuliaan itu. 

4. Tidur dengan miring ke kanan, menghadapkan wajah ke kiblat. Kalau di Indonesia menghadapkan kepalanya ke ujung utara dan kakinya berada di ujung selatan.

5. Jangan makan malam terlalu banyak (makan malam ya secukupnya saja) atau biasanya kalau di indonesia makannya sore, malam sudah tidak makan lagi.

Al-Imam Sufyan Ats-Tsauri memberikan Tips, katanya; عليكم بقلة الأكل تملّك قيام الليل "Hendaklah kalian menyedikitkan makan, maka engkau akan diberikan kekuatan untuk Qiyamul lail".

Ma'Qil bin Hubaib melihat segerombolan orang makannya banyak sekali di malam hari, kemudian dia berkata: "Saya tidak melihat para sahabatku ini menghendaki sholat ditengah malam, untuk munajat ditengah malam, mereka membanyakkan makan di malam hari. Wallahu A'lam. [dutaislam.com/gg]

Ahmad Zain Bad, AnNur II Bululawang Malang.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini