Minggu, 14 Januari 2018

Setelah PA 212 Muncul Garda 212 Bikinan Mantan, Mungkinkah Muncul Alumni 212 Garis Lurus?

Foto: Dutaislam,com
DutaIslam.Com - Gerakan apapun, entah apa namanya, akan selalu ada keos dan perselisihan pendapat. Kalau tak bisa disikapi arif dan bijaksana akan timbul perpecahan. Buntutnya perselisihan yang justru merongrong gerakan tersebut. Alih-alih untuk dapat bersatu memperjuangkan misi bersama. Yang terjadi justru saling sikut dan saling menyalahkan.

Kalau sudah begitu bagaimana mempersatukan umat jika segelintir dari para petingginya sudah tak mau bersatu?

Dutaislam.com sebelumnya sudah memprediksi melalui tulisan yang dimuat soal PA 212 yang tak akan berumur panjang. Prediksi ini semakin terlihat dan menemukan titik terang yang nyata. Kini kelompok yang mengatasnamakan alumni 212 sudah mulai pecah menjadi beberapa kubu yang satu sama lain berdiri atas kehendak masing-masing. Baca: Kita Lihat Saja, Presidium Alumni 212 dan GNPF Ulama Tidak Akan Berumur Panjang

Perpecahan mulai terlihat sejak Ketua PA 212 pertama Idrus Sambo dicopot karena dinilai keluar dari semangat 212 Juli 2017 lalu karena Idrus membela Harry Tanoe. Idrus Sambo lantas diganti Slamet Ma'arif hingga sekarang.

Hiruk pikuk perpolitikan di Indonesia membuat PA 212 mengalami gonjang-ganjing. Setelah usulannya bakal calon ditolak PAN, Gerindra dan PKD, Ketua FUI Al Khattath yang merupakan bagian dari PA 212 membuka kedok. Diperjelas bahwa semangat gerakan 212 dan Al Maidah 51 untuk mendukung calon parpol. Sebalikanya bukan bela agama yang selama ini jadi topeng gerakan. Nama gerakan 212 semakin tercoreng. Baca: Biar Makin Jelas: PA 212 Akui Aksi 212 dan Al-Maidah 51 Demi Dukung Anis, Jadi Bukan Bela Agama

Tak mau kehilangan kepercayaan karena kelakuan Khattah yang bisa menjaga rahasia rumah tangga 212, buru-buru PA 212 Slamet Ma'arif bikin surat terbuka membantah Khattath. Tentu dengan harap-harap cemas. Barangkali sambil meremas-remas tangan, kesal dengan Khattath yang kurang hati-hati berbicara. Slamet Ma'arif menegaskan tak PA 212 tak ada hubungannya dengan politik seperti kata Khattath. Baca: Bebeda dengan Al-Khatthath, Surat Terbuka PA 212 Bantah Rekomendasi Partai, Pecah Tak Karuan?

Di lain pihak Mantan PA 212 Idrus Sambo yang masih merasa bagian dari 212 mencoba membuat terobosan. Idrus bikin Garda 212 sebagai wadah bagi alumni 212 yang ingin terjun di dunia politik. Bagus menurut Idrus namun lagi-lagi langkah Idrus di luar kesepakatan Slamet Ma'arif sebagai ketua sentral PA 212. Bahkan Slamet mengakui, Garda 212 bikinan Idrus tak ada hubungan dengan dengan PA 212 yang resmi dan kini dipimpinnya. [Ini link beritanya: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20180113172045-32-268632/garda-212-wadah-baru-alumni-212-terjun-ke-politik-praktis]

Slamet Maarif menegaskan, Garda 212 yang dibentuk Sambo tidak berkaitan dengan struktur yang dipimpinnya. "Enggak ada hubungannya," kata Slamet sebagaimana dilansir dari cnn.com

Kader Front Pembela Islam (FPI) ini mengatakan, sikap resmi Presidium Alumni 212 terkait perhelatan politik nasional baik 2018 maupun 2019 akan ditentukan dalam musyawarah ulama dan pengurus PA 212 pada Mukernas akhir Januari mendatang. Sebaliknya, bukan oleh Garda 212 bikinan Sambo.

Bagaimana tanggapan Khattath mengenai surat terbuka Slamet Ma'arif? Mungkinkah dia dan pendudukungnya juga membuat kelompok baru Alumni 212 Garis Lurus, mislanya?

Nantikan! karena masyarakat masih doyan dengan yang lurus-lurus daripada yang bengkok-bengkok. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini