Sabtu, 06 Januari 2018

Orang Paling Bahagia dan Celaka di Zaman Fitnah

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Fitnah dalam bahasa Arab artinya petaka, godaan, ujian, cobaan, bencana dsb. (Lisanul ‘Arab (13/317)

Zaman fitnah saat seperti saat ini,  segala sesuatu tampak semakin rumit dan kacau. Segalanya menjadi semakin berlebihan dan tidak terkendali.

Orang yang paling bahagia di zaman fitnah ini adalah orang yang tersembunyi (tidak terkenal), yang bersih dari dosa karena banyak ibadah. Jika ia muncul tidak dikenali,  jika ia tidak ada, tidak dicari.

Sedangkan orang yang paling celaka di zaman fitnah ini adalah orang yang terkenal, yang banyak berinteraksi dengan banyak orang. Orang yg seperti ini paling beresiko. Ia akan mudah mengalami banyak masalah,  entah karena kesalahan dirinya atau orang lain. Apalagi dengam adanya medsos seperti saat ini. Mudah sekali membuat orang menjadi terkenal, tapi mudah pula menggelincirkan orang kpd jurang persoalan.

Semua itu terserah kita, mau memilib sebagai orang tersembunyi yang bersih atau sebagai orang terkenal yang penuh resiko?
Di zaman fitnah seperti ini tidak ada ya g selamat dari keburukan fitnah itu kecuali orang yang memperbanyak dzikir dan bersungguh-sungguh berdoa kepada Allah.

Terkait dengan zaman fitnah ini,  Rasulullah Shallahu 'Alahi Wa Sallam  bersabda :

أَسْعَدُ النَّاسِ فِي الْفِتَنِ كُلُّ خَفِيٍّ تَقِيٍّ، إِنْ ظَهَرَ لَمْ يُعْرَفْ، وَإِنْ غَابَ لَمْ يُفْتَقَدْ، وَأَشْقَى النَّاسِ فِيْهَا كُلُّ خَطِيْبٍ مِصْقَعٍ أَوْ رَاكِبٍ مُوْضِعٍ، لاَ يَخْلُصُ مِنْ شَرِّهَا إِلاَّ مَنْ أَخْلَصَ الدُّعَاءَ كَدُعَاءِ الْغَرِقِ فِي الْبَحْرِ . (رواه نعيم بن حماد في "الفتن")

Orang yang paling bahagia di zaman fitnah-fitnah adalah setiap orang yang tersembunyi lagi bersih. Jika ia muncul, tidak dikenali dan jika ia pergi, tidak dicari. Adapun manusia yang paling sengsara pada zaman fitnah itu adalah setiap orator yang bersuara lantang atau pengendara yang memacu kendaraannya dengan cepat. Tidak ada orang yang selamat dari keburukan fitnah-fitnah itu kecuali orang yang berdoa dengan ikhlas (dan sungguh-sungguh) seperti doa orang yang sedang tenggelam di lautan. (HR. Nu’aim bin Hammad dari Abu Hurairah, dalam kitab Al Fitan :  728)

Semog Allah senantiasa memberikan perlindungan dan kesalamatan kpd kita semua. Amin. [dutaislam.com/pin]

Keterangan
Ditulis Dafid Fuadi, Direktur Aswaja NU Center Kabupaten Kediri. 

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini