Minggu, 07 Januari 2018

KH. Ngali Hasyim, Mursyid Thoriqoh Asal Lampung


Oleh Muhammad Candra Syahputra

DutaIslam.Com - KH. Ngali Hasyim adalah Kiai kharismatik asal Lampung Tengah, Mursyid Thariqah An-Naqsyabandiyah Al-Kholidiyah di provinsi Lampung, beliau adalah Pendiri Pondok Pesantren Baitul Mustaqim, Punggur Lampung Tengah Lampung.

KH. Ngali Hasyim adalah putra pertama dari lima bersaudara, ia merupakan putra dari pasangan Mbah Hasyim dan Siti Khofiyah. KH. Ngali Hasyim dilahirkan dan dibesarkan di desa Kelutan Kecamatan Ngrongkot Kabupaten Nganjuk Jawa Timur.

Mengenai usia beliau, terdapat beberapa pendapat dari keterangan narasumber, sebagian berpendapat usia beliau mencapai 105 tahun, dalam keterangan yang lain beliau pernah mengatakan bahwa beliau sebaya dengan Presiden Soekarno.

Untuk mendekati data yang akurat, dalam buku Agenda Santri TA 2015/2016 Istihsan PP. Baitul Mustaqim, dilakukan perhitungan mundur, yang dimulai dari Abah KH. Muchtar Ghozali, perhitungan ini menggunakan asumsi jarak kelahiran anak pertama dengan tahun pernikahan adalah dua tahun.

• Abah KH. Muchtar Ghozali lahir tahun 1968
• Mbah Was Menikah tahun ± 1966 (Saat berumur 17 tahun), mbah Was adalah anak ke-enam (lahir ± 1949)
• Anak ke-lima bernama Maslikhatun (lahir ± 1946)
• Anak ke-empat bernama Haris (lahir ± 1943)
• Anak ke-tiga bernama Khoiriyah (lahir ± 1940)
• Anak ke-dua bernama Siti Mutamimmah (lahir ± 1937)
• Anak Pertama bernama Siti Komariyah (lahir ± 1934)
• KH. Ngali Hasyim menikah pada tahun ± 1932 (saat beliau berumur 30 tahun)
• KH. Ngali Hasyim lahir ± 1932 dikurangi umur beliau ketika menikah yakni 30 tahun, maka hasilnya tahun 1901.

Dengan perhitungan diatas, bahwa KH. Ngali Hasyim sebaya dengan Soekarno lebih mendekati kebenaran, karena Presiden Soekarno lahir pada tahun 1901. Kemudian diperoleh informasi dari bapak Usman menggunakan kalender komputer bahwa KH. Ngali Hasyim lahir pada hari Sabtu Wage 5 Oktober 1901. Dengan demikian sampai saat ini umur beliau sudah mencapai 108 tahun (dalam buku yang ditulis tahun 2016).

Riwayat Pendidikan dan Keluarga
KH. Ngali Hasyim pertama kali menimba ilmu agama di pesantren yakni di Pondok Pesantren Termas, disini beliau banyak dipercaya menangani berbagai urusan. Ketika beliau telah menamatkan pendidikannya di Pesantren Termas, KH. Ngali Hasyim pulang ke kampung halaman, tak lama kemudian beliau membina rumah tangga dengan menikahi seorang wanita sholehah bernama Siti Khalimah. Untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya, beliau berjualan bumbu dapur yang beliau bawa dari desanya untuk dijual ke Kota Surabaya. Perjalanan menuju Surabaya dengan melalui sungai Brantas, biasanya ditempuh selama tiga hari tiga malam, bahkan bisa lebih, dengan menggunakan perahu rakit bambu yang dihanyutkan. Selama membina rumah tangga dengan Ibu Nyai Siti Khalimah. Beliau dikaruniai 7 anak diantaranya dua putra dan 5 putri.

Hijrah ke-Lampung
KH. Ngali Hasyim hijrah ke Lampung ± tahun 1955. Daerah yang pertama kali dituju adalah desa Banjarsari Metro. Setahun kemudian beliau berpindah ke Sido Rahayu Punggur. Untuk mencukupi kebutuhan keluarga, beliau membuat usaha home industry yakni pembuatan tempe. Pada masa G 30S PKI, suasana yang sangat amat mencekam membuat masyarakat sangat membutuhkan perlindungan para alim ulama, salah satunya KH. Ngali Hasyim, saat itu beliau cukup aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan. Bahkan, beliau pernah ditangkap aparat saat memimpin pembacaan shalawat nariyah.

Setelah peristiwa itu beliau kembali ke pulau Jawa untuk mencari bekal di Pondok Pesantren Mbaran. Saat itu Pondok Pesantren mbaran di asuh oleh KH. Umar Sofyan. Niat awal yang hanya 10 hari menjadi 40 hari. Karena diminta oleh KH. Umar Sofyan untuk memperdalam ilmu Thoriqoh, sehingga KH. Ngali Hasyim diangkat sebagai mursyid, setelah selesai beliaupun kembali ke Lampung.

Saat itu kegiatan di pimpin oleh KH. Abdillah setelah beliau wafat, KH. Ngali Hasyim menggantikan posisi beliau sekitar tahun 1970-an. [dutaislam.com/gg]

Sumber : 
Muhtar AlMaksum. 2017. Istihsan Agenda Santri TA 2015/2017. Lampung Tengah: PP Baitul Mustaqim.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini