Minggu, 21 Januari 2018

Habib Luthfi: Yang Bilang "Iseh Nom Ojo Mlebu Thoriqoh" Mungkin Punya Perjanjian Mati Tua

Suasana sidang pleno Muktamar Jatman, ketika Habib Luthfi memberikan penegasan hasil sidang komisi (Foto: Istimewa)
DutaIslam.Com - Dalam sidang pleno pengesahan hasil sidang komisi C tentang koorganisasian Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah (Jatman) Muktamar ke XII di Pekalongan, sempat terjadi perbedaan pendapat mengenai akan dibentuknya lajnah kepemudaan.

Hal ini karena dalam Jatman sudah terdapat komisi Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al Mu'tabaroh An Nahdliyyah (Matan) yang juga merangkul kalangan pemuda.

Menanggapi perbedaan pendapat itu, Kiai Masyhudi, pemimpin sidang pleno pada Muktamar meminta kepada Maulana Habib Luthfi untuk memberikan fatwanya terkait permasalahan ini.

Habib Luthfi dalam fatwanya mengatakan, betapa pentingnya untuk merangkul pemuda untuk masa depan, sebab jika sudah kemasukan paham-paham yang membahayakan, yang salah adalah golongan tuanya.

"Maaf saja, sekarang ini ada kelompok-kelompok yang anti pemerintah, sedangkan untuk promosi kita sendiri masih ada tarik ulur," kata Habib Luthfi (17/01/2018).

"Ojo mlebu thoriqoh, thoriqoh iki we'e wong tuo.. iseh nom ojo mlebu thoriqoh, engko nek towo.. (jangan masuk thoriqoh, thoriqoh itu punya orang tua.. masih muda jangan masuk thoriqoh, nanti kalau tua saja), rupanya yang berbicara demikian mempunyai perjanjian akan mati tua mungkin," tambah Habib Luthfi.

Oleh sebab itu, Habib Luthfi menfatwakan bahwa sangat perlu adanya Matan atau seksi kepemudaan guna menyelamatkan generasi muda ke depannya. Menurutnya ini yang penting.

"Kalau aqidahnya menyimpang karena tidak kita jaga, siapa yang salah? kita yang salah," tandas Habib Luthfi.

Sebelum mengakhiri pembicaraannya, Habib Luthfi mengatakan, "semoga dengan adanya Matan ini sementara waktu kita pikirkan kelanjutannya nanti bisa kita runding dengan baik bagaimana cara menentukan dan melihat perkembangannya."

Kiai Mayhudi, menyimpulkan dari fatwa Habib Luthfi, bahwa untuk mashlahah dan kebesaran Matan, dan diharapkan Matan tidak hanya bergerak di kalangan mahasiswa tapi merangkul semua pemuda baik yang kuliah maupun tidak kuliah. Dengan begitu, menurutnya, Matan dikukuhkan dan perlu dikembangkan. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini