Minggu, 28 Januari 2018

Gus Yusuf: Yang Bilang Banser Bubarkan Pengajian Temannya Felix

Foto: Dutaislam.com
DutaIslam.Com – Fitnah kepada Banser suka bubarkan pengajian sebagaimana ramai di media sosial  belum lama ini mendapat tanggapan serius dari KH Yusuf Chudlori. Dalam satu kesempatan memberikan ceramah, Gus Yusuf, sapaan akrabnya, meluruskan fitnah tersebut dengan panjang lebar. 

Menurut Gus Yusuf, Banser dilahirkan NU untuk menjaga para ulama dan menjaga pengajian. Sehingga tidak benar jika Banser suka membubarkan pengajian.

“Banser itu dilahirkan oleh NU untuk menjaga para ulama, menjaga pengajian, kok dibilang banser bubarke (membubarkan, Red) pengjian,” katanya.

Gus Yusuf tak menampik jika ada ‘pengajian’ yang berusaha dicegah oleh Banser. Pengajian yang dimaksud adalah pengajian Hisbut Tahrir Indonesia (HTI). Dilihat dari maknanya, HTI adalah partai kemerdekaan yang jelas-jelas gerakan politik namun berkedok agama.

”Kalau ada pengajian dibubarkan banser, ya bener. Tapi pengajian HTI. Husbut maknanya partai, Tahrir maknanya kemerdekaan. Itu jelas gerakan politik tapi berkedok pengajian, berkedok agama. Kayaknya ngadakan pengajian, tapi isinya mendirikan ingin mendirikan negara islam, mendirikan khilafah, ngolok-ngolok Pancasila, ngolok-pemerintah. Yang dibubarkan ya itunya, ceramahnya yang nggak bener, bukan pengajiannya,” jelas Gus Yusuf.

Gus Yusuf membatah orang yang protes bahwa membubarkan acara HTI tugas polisi. Beliau mengingatkan peristiwa ketika HTI mengadakan acara besar-besaran di Semarang sekitar setahun yang lalu. Kata Gus Yusuf, saat itu polisi belum bisa bergerak karena belum ada payung hukum. Sehingga laporan bahwa HTI ingin mendirikan khilafah tidak bisa ditindak.

”Polisi tidak berani ketika belum ada perpu ormas, selalu mereka bilang belum ada payung hukum. Setelah kejadian harlah HTI di Semarang besar-besaran, terus ada yang lapor ke polisi, “ini pak, HTI mau mendirian khilafah”. Polisine mong nompo tok (Polisisnya hanya menerima laporan saja, Red). Kok dienengke mawon (Kok didiamkan saja), pilisinya jawab, “belum ada payung hukumnya. kalau kita bubarkan kita dianggap melanggar hukum, nanti ada praradilanlah macem-macem lah. Nggeh pun Benser mawon (ya sudah Banser saja). Akhirnya Banser yang maju.” Papar Gus Yusuf.
Apalagi, lanjut Gus Yusuf, HTI selalu berlindung di balik agama.

”Jika ada polisi datang untuk dan bubarkan HTI pasti pertanyaan pertama, “Polisi apa agama sampean? Kalau ada mebubarkan pengajian, anda anti lailahaillah muhammadurrasulullah, anti silam. Digitukan polisinya mundur. Makanya, yang menghadapi memang harus Banser. Kalau Banser diteriaki Allahu Akbar jawab saja samiallahulilamhamidah,” ucap Gus Yusuf disambut tawa hadirin.

Lebih lanjut Gus Yusuf menerangkan mengapa Banser harus tampil menghalau gerakan HTI. Karena jelas-jelas HTI akan merusak Indonesia. Sedangkan NU ikut berdarah-darah mendirikan NKRI. NU Lahir 1926, sedangkan NKRI lahir 1045.

“Jelas NU dan komponen bangsa yang lain ikut mendirikan NKRI. Makanya, siapa yang berani ganggu NKRI NU akan selalu di depan. Wajib hukumnya kita membela NKRI, karena NKRI adalah warisannya para ulama,” jelas Gus Yusuf. 

Gus Yusuf: Yang Bilang Banser Bubarkan Pengajian Temannya Felix 

Gus Yusuf menambahkan, siapapun yang sampai saat ini masih bilang Banser suka membubarkan pengajian berarti temannya Felix Siauw dan orang-orang HTI.

”Kalau sampe hari ini ada yang bilang Benser suka bubarkan itu pasti temannya Felix Siauw, orang-orang HTI. Ini yang harus kita waspadai,” pungakasnya [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini