Minggu, 14 Januari 2018

Enam Perkara Menunjukkan Orang Bodoh di Medsos

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Zaman makin jauh berubah. Kini bukan zaman "Apa dan bagaimna yang mau dibaca. Kini zaman memilih, dari siapa yang perlu dibaca. 

Kebohongan (HOAX) dan Gosip makin jadi industri. Perdebatan makin tak terkendali. Sedang kita makin kerdil berpikir kritis, gampang percaya dan gampang men-judge yang tak sepaham.

فَأَمَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَاءً وَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَيَمْكُثُ فِي الْأَرْضِ﴾ [الرعد: 17].

Sedangkan buih hilang tanpa bekas. Namun yang bemanfaat bagi masyarakat tentu nilainya akan abadi terus membumi.

Kebencian dan fanatisme di era Media Sosial kini membuat nikmat yang Allah berikan pada kita terkikis: nikmat akal agar selalu jernih, nikmat nurani untuk berani jujur dengan tata-krama, nikmat kritis untuk mengukur yang kita yaqini benar tanpa provokatif. Tak salah bila Sya'bi mengatakan:

وقال الشعبي: إذا أراد الله أن يزيل عن عبد نعمةً، كان أول ما يعدمه عقله

"Jika Allah hendak menghapus suatu nikmat pada seseorang yang pertama Alloh butakan adalah akalnya.

Karnanya, identifakasilah semenjak awal tanda tanda di bawah ini. Pastikan anda bukan termasuk salah satunya.

وقالوا: ست خصال تعرف في الجاهل، الغضب من غير شيء، والكلام في غير نفع، والفطنة في غير موضع، ولا يعرف صديقه من عدوه، وإفشاء السر، والثقة بكل أحد.

" كتاب نهاية الأرب في فنون الأدب"

Enam Ciri Orang Bodoh 
Ada enam ciri orang bisa masuk katagori orang bodoh:

(1) Marah bukan pada porsi nya.
(2) Berkata tak ada Manfaat nya.
(3) cerdas bukan pada tempat nya.
(4) Tak tau bedanya Buzzer & Heaters
(5) Selalu nge-Share " ngebagi " berita aib seseorang.
(6) Selalu percaya pada semua orang.

Bila dari enam kriteria tersebut termasuk kelakuan kita, mari matikan HP kita sebentar. Lalu beristighfar! [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Ditulis Gus Lutfi, cucu KH Ali Mas'ud Blater Semarang


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini