Senin, 22 Januari 2018

Dr. Hamdani Mu'in: Jangan Lagi Ada Zawiyah-Zawiyah Jenggot di Kampus

Dr. Mahmut Suyuthi (Ketua Matan Sulsel, paling kanan) saat meminta rekomendasi kepada Ketum Matan (Dr. Hamdani Mu'in, paling kiri) pada sesi tanya jawab LPJ PP Matan 2012-2018 di Gedung Pascasarjana IAIN Pekalongan, Selasa (16/01/2018)
Dutaislam.com - Dalam sesi Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Mahasiswa Ahlith Thariqoh Al-Mu'tabarah An-Nahdliyyah (Matan), yang berlangsung dalam ruang Sidang Komisi F Muktamar XII Jamiyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu'tabaroh An-Nahdliyyah (Jatman) Lantai III, Gedung Pascasarjana IAIN Pekalongan, Selasa (16/01/2018), ada pengurus Matan yang bersemangat meminta rekomendasi mengembangkan Matan di wilayah Indonesia Timur.

Pengurus Matan yang dimaksud adalah Dr. Mahmud Suyuthi, Ketua Matan Provinsi Sulawesi Selatan. Sebagai Ketua Umum Matan, Dr. Hamdani Mu'in mempersilakan untuk mengembangkan Matan karena di Matan, katanya, modal utamanya bukan uang, melainkan jalinan batin (shilah ruhiyah).

"Modal utama adalah shilah ruhiyah, hubungan spiritualitas. Itu artinya kita itu penuh bersama Rasulullah," ujarnya di hadapan ratusan muktamirin seluruh Indonesia.

Ia juga berpesan agar strategi dakwah Matan perlu mempertimbangkan aspek spiritualitas tarekat mengingat dinamika kehidupan online saat ini, terlalu banyak diwarnai dengan unsur syariah tanpa mempertimbangkan tasawuf dan tarekat.

"Ketika orang bertanya kepada Google dan mengetik kata tarekat, yang muncul malah postingan yang menyebut tarekat sesat," paparnya prihatin.

Melihat fakta di atas, Dr. Hamdani Mu'in menyatakan agar pengembangan Matan di wilayah-wilayah tidak melupakan berdirinya zawiyah-zawiyah (lembaga yang mengajarkan kearifan spiritual Islam) di banyak kampus.

"Zawiyah-zawiyah tarekat harus ada di setiap kampus, termasuk di Unnes, dimana saya sudah bilang ke Dr. Yasir (moderator, dosen Unnes) untuk menyiapkan lahannya," tandas Dr. Hamdani.

Ia berharap agar kader Matan bisa melingkari kampus dengan zawiyah-zawiyah terekat. "Jangan lagi zawiyah-zawiyah jenggot," lanjutnya. Pergerakan jenggot ini, kata Dr. Hamdani, memang luar biasa, "kelihatannya seperti kos-kosan tapi bisa jadi basis gerakan (basscamp)," tegasnya. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini