Kamis, 04 Januari 2018

Berkah Ibunda, Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi (Shahib Maulid Simtudduror) Bertemu Nabi Muhammad SAW


DutaIslam.Com - Di waktu umur Habibana Ali bin Muhammad bin Husein Al Habsyi 7 tahun, ibunda beliau memanggil beliau dan berkata,

"Yaa 'Ali, engkau mau dapat ridho ku di dunia dan akhirat ..?" "Iya, ya ummii .." Jawab beliau.

"Kalau engkau mau dapat ridho dariku, ada syaratnya .. !!" Kata ibu Habib 'Ali. "Apa syaratnya, ummi .. ??"

"Hmm .. Engkau harus bertemu dengan datukmu, Rasulullah SAW." Jawab umminya.

Habib 'Ali al-Habsyi yang masih kecil bingung. Dia tidak mengetahui bagaimana cara untuk bertemu dengan kakeknya. Mulailah ia mencari tahu dan belajar dengan guru-gurunya. Pergilah ia ke salah satu tempat majelis Ulama, kemudian dia berkisah tentang permasalahannya untuk mendapat ridlo ibunya dengan cara seperti tadi. Lalu gurunya berkata,

"Yaa 'Ali, kalau engkau ingin bertemu dengan Rasulullah SAW maka engkau harus mencintai Beliau SAW dahulu dan tak akan ada rasa cinta jika engkau tak kenal dengan yang di cinta."

Belajarlah beliau tentang sejarah Baginda Nabi SAW. Tidak hanya itu, setiap orang alim yang ada selalu di tanya tentang masalah ini. Walhasil, banyaklah guru beliau. Ada yang berkisah kalau guru beliau mencapai ribuan orang.

Nah .. seiring waktu berjalan, bertambahlah umur beliau sampai mencapai usia kurang lebih 20 tahun, beliau akhirnya bermimpi bertemu kakeknya Nabi SAW. Begitu terbangun dari tidurnya, dia langsung memberitahu ibunya.

"Yaa ummii ... 'Ali sudah bertemu Baginda Rasulullah SAW." Kata al-Habib' Ali sambil menangis haru. Tapi, apa jawab ibunda beliau .. !!! ??

"Yaa 'Ali, dimana engkau bertemu Dia?"

"Di dalam mimpiku, Ummii." Kata al-Habib 'Ali.

"Yaa 'Ali, pergi engkau dari hadapanku. Engkau bukan anakku ... !!!! "

Menangislah beliau ... Keinginan hati untuk memberikan sang ibu pupus sudah.

Dalam kegelisahannya, ia kembali bertanya kepada guru-gurunya, namun tak satupun dapat menjawabnya. Mengapa ibu dia justru marah setelah mendapat laporannya tentang mimpinya.

Pada suatu malam ia kembali bermunajah untuk dapat bertemu kakeknya Nabi SAW. Larut dalam tangisan tengah malam, al-hasil tidurlah ia. Dan al-Hamdulillah beliau kembali bertemu dengan kakeknya Nabi SAW.

"Yaa Jiddy (Kakek ku), Yaa Rasulullah SAW .. Anakmu ini ingin menanyakan tentang perihal ummii." Kata al-Habib 'Ali kepada Rasulullah SAW.

"Duhai 'Ali anakku, sampaikan salamku kepada ibumu .." Jawab Rasulullah SAW di dalam mimpinya al-Habib' Ali.

Begitu bangun, dia langsung mengetuk pintu kamar umminya sambil menangis tersedu-sedu.

"Duhai Ummii, anakmu telah bertemu lagi dengan Baginda Rasulullah SAW dan Beliau kirim salam kepada Ummii." Kata al-Habib 'Ali.

Tiba-tiba dari kamar, ibunda beliau keluar dan berkata,

"Yaa 'Ali, kapan dan dimana engkau bertemu datukmu Nabi SAW .. ??" Tanya ibu al-Habib' Ali

"Aku bertemu beliau di dalam mimpiku." Jawab al-Habib 'Ali dengan tangisan yang tak putus-putus.

"Pergi dari hadapanku ya 'Ali ... !!! Engkau bukan anakku .. !! "Jawabnya. Jawaban sang ibu benar-benar meruntuhkan hati al-Habib 'Ali. Kemudian pintu kamar ibu al-Habib 'Ali al-Habsyi tertutup lagi, meninggalkan dia seorang diri.

Esok harinya ia mengeluh kembali kepada guru-gurunya namun tak satupun dari mereka yang dapat menenangkan hati beliau. Semakin hari kegelisahannya semakin menjadi-jadi, setiap detik setiap saat dia terus-terusan mengeluh dan bermunajah serta bertawajjuh kepada Allah dan Rasulullah SAW. Tibalah suatu malam, ia hanyut jauh ke dalam lautan munajah dan mahabbah yang amat sangat dahsyat kepada Nabi SAW. Kemudian beliau sujud yang sangat lama, tiba-tiba dalam kondisi sujud beliau mendengar suara yang lemah lembut,

"Yaa 'Ali, angkat kepalamu .. !!! Datukmu ada di mata zhohirmu. "Begitu al-Habib 'Ali al-Habsyi mengangkat kepalanya seraya membuka kedua pelupuk matanya perlahan-lahan, bergetarlah seluruh tubuh Habibana' Ali. Dia menangis dan berkata,

"Marhaba bikum Yaaa Jiddii, Yaa Rasulullah .."

Ternyata sosok tersebut adalah Rasulullah SAW berada di hadapan al-Habib 'Ali. Kemudian Nabi SAW berkata, "Duhai anakku, sampaikan salamku kepada ummi-mu dan katakan kepadanya kalau aku menunggunya di sini .. !!"

Seolah-olah gempa. Bergetar sekujur tubuh al-Habib 'Ali al-Habsyi, ia merangkak ke kamar ibundanya.

"Yaa 'Ummi, aku telah bertemu kembali dengan Nabi SAW dengan mata zhohirku dan Beliau menunggu Ummi di kamar' Ali .."

Ibunda beliau membuka pintu kamarnya seraya berkata, "Ini baru anakku engkau telah mendapat ridlo dari ku." [dutaislam.com/ed]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini