Jumat, 05 Januari 2018

Amalan yang Membebaskan Diri dari Neraka

Ilustrasi Siksa di Neraka. Foto: Istimewa
DutaIslam.Com – Umat Islam mengimani alam akhirat. Di tempat itulah kelak setelah semua manusia meninggal kemudian dibangikitkan lagi akan hidup kekal selamanya. Hanya ada dua pilihan, antara surga dan neraka.

Kitapun mengimani bahwa sesungguhnya kehidupan dunia hanya sementara. Dalam istilah lain, dunia hanya jembatan menuju akhirat. Maka seperti apakah nasib kita kelak di akhirat, kehidupan dunia yang menentukan.

Maka memperbanyak amal sholeh dan senantiasa menjalankan perintah Allah adalah keniscayaan dan kunci agar kita mendapat tempat yang baik lagi layak di akhirat.

Ada sebuah amalan berfaedah agar kita selamat dari siksa api neraka. Hal ini dijelaskan dalam Syarah al-Futuhat al-Madaniyyah (bagian pinggir Nashaaih al-‘ibaad) hal 22 (tidak semua teks ‘arabnya ditulis, hanya dicukupkan yang sekiranya penting):

وروي ان الشيخ ابا الربيع المالكي كان على مائدة طعام وكان قد ذكر لا إله إلا الله سبعين الف مرة............"

Diriwayatkan bahwa Syekh Abu al-Rabi’ al-Maliki, suatu ketika berada di jamuan makanan dan beliau telah berdzikir dengan mengucapkan لا إله إلا الله 70.000 kali. Diperjamuan tersebut terdapat seorang pemuda ahli kasyaf. Ketika pemuda itu akan mengambil mekanan tiba-tiba ia terhalang mengambil makanan itu, lalu ditanya oleh para hadirin:

لم تبكى؟

“Mengapa engkau menangis?”

Ia kemudian menjawab,

أرى جهنم وأرى امي فيها

“Saya melihat neraka Jahannam dan melihat ibu saya di dalamnya.”

Berkata Syekh Abu al-Rabi’:

فقلت في نفسي اللهم إنك تعلم أني قد هللت هذه السبعين ألفا وقد جعلتها عتق أم هذا الشاب من النار.

“Saya berkata di dalam hati, Yaa Allah, sungguh Engkau mengetahui bahwa saya telah berdzikir لا إله إلا الله 70.000 kali dan saya mempergunakannya untuk membebaskan ibu pemuda ini dari neraka.”

Setelah itu, pemuda itu berkata:

الحمد لله أرى امي قد خرجت من النر وما أدرى ما سبب خروجها

“Al-hamdulillah, sekarang saya melihat ibu saya telah keluar dari neraka, namun saya tidak tahu apa sebabnya.”

Hal itu membuatnya senang kemudian makan kembali bersama para hadirin.

Dzikir لا إله إلا الله 70.000 kali dinamakan ’ataaqah sughra ( عتاقة صغرى ) berupa pembebasan kecil dari neraka sedangkan surata ash-shamadiyyah/surat al-ikhlash jika dibaca 100.000 kali dinamakan ’ataqah kubra (عتاقة كبرى ) berupa pembebasan besar dari api neraka yang bacaannya dihadiah untuk si mayyit walaupun waktu membacanya beberapa tahun karena tidak disyaratkan berturut-turut.

Mengenai ’ataqah kubra (fidaa’ kubra) terdapat sebuah hadits marfu’ dalam kitab Tuhfah al-muriid hal 104.

حديث البزار عن انس بن مالك مرفوعا : من تلا قل هو الله احد مائة ألف مرة فقد اشترى نفسه من الله ونادى مناد من الله من قبل الله في سمواته ومن ارضه ألا ان فلانا عتيق الله فمن له من قبله تباعة فليأخذها من الله عزوجل
( تحفة المريد ص ١٠٤ )

Terdapat hadits al-Bazaar dari Anas bin Malik, sebagai hadits marfu’:

Barang siapa yang membaca Surah al-Ikhlash 100.000 kali maka sungguh ia telah menebus dirinya dari Allah, kemudian penyeru yang diutus oleh Allah berseru di langit dan di bumi, “Ketahuilah bahwa si Fulan adalah orang yang dimerdekakan oleh Allah. Siapa yang mempunyai tanggungan dosa kepadanya hendaklah ia menebus dirinya dari Allah ’Azza wa jalla”.

Demikian, semoga kita bisa mengambil hikmah dan menjadi jalan bertambahnya kebaikan. [dutaislam.com/ed/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini