Minggu, 31 Desember 2017

Wali Qutub Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf Gresik

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Al Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf, beliau telah mencapai tingkat Shiddiqiyah Kubro. Hal itu telah diakui dan mendapat legitimasi dari mereka yang hidup sezaman dengan beliau. Berikut ini beberapa komentar dari mereka.

Sayyidina Al-Imam Al-Quthubil wujud Al-Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi; “Kelak akan ada seorang murid ku yang nanti memiliki kekeramatan sama dengan-ku namanya adalah Abu Bakar Assegaf.”

Ternyata beliau adalah Sayyidina Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf wali quthub gresik.

Al-Imam Al-Habib Muhammad bin Ahmad al-Muhdhar berkata,
“Demi fajar dan malam yang sepuluh dan yang genap dan yang ganjil. Sungguh al Akh Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah mutiara keluarga Segaf yang terus menggelinding (maqomnya) bahkan membumbung tinggi menyusul maqom-maqom para aslafnya (leluhurnya)”.

Al-Habib Alwi bin Muhammad bin Thohir Al-Haddad berkata,
“Sesungguhnya Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang Quthub Al-Ghaust juga sebagai tempat turunnya pandangan (rahmat) Allah SWT”.

Al -Arif billah Al-Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi (kwitang) pernah berkata di rumah Al-Habib Abu Bakar Assegaf dikala beliau membubuhkan tali ukhuwah antara beliau dengan Al-Habib Abu Bakar Assegaf, pertemuan yang diwarnai dengan derai air mata. Habib Ali berkata kepada para hadirin ketika itu.

Beliau berkata: "Habib Abu Bakar ini adalah Raja Lebah (Rajanya para Wali dizamannya). Beliau adalah saudaraku dijalan Alloh. Pandanglah Beliau, karena memandang Beliau adalah Ibadah".

Al-Habib Husain bin Muhammad bin Thohir Al-Haddad berkata,
“Sesungguhnya Al-Habib Abu Bakar bin Muhammad Assegaf adalah seorang khalifah. Beliau adalah penguasa saat ini, Beliau adalah Pemimpin Para Wali dimasanya, beliau telah berada pada Maqom as Syuhud yang mampu menyaksikan (mengetahui) hakekat dari segala sesuatu."

Kemudian Al-Habib Husein bin Muhammad Al-Haddad membaca ayat Al-Qur'an, Beliau berhak untuk dikatakan “Dia hanyalah seorang hamba yang kami berikan kepadanya (sebagai nikmat)”. [dutaislam.com/gg]


Source: Majelis Nurul Musthofa Jakarta

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini