Senin, 04 Desember 2017

Makna Filosofis Tembang Sluku-Sluku Bathok Sunan Kalijaga Cocok Buat Renungan

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Inilah salah satu lagu atau tembang dolanan gubahan para wali yang konon adalah gubahan Kanjeng Sunan Kalijogo. Tembang ini memiliki beberapa penafsiran yang sangat mendalam.

1. Sluku-Sluku Bathok, Bathoke Ela-Elo
"Usluk fa usluka bathnaka, bathnaka ila Allah" atau "Usluku suluka bathnaka, Bathnaka La ilaha illallah"
Jalankanlah batinmu bathinmu, bathinmu kepada Allah, atau bathinmu harus (menyebut) Lailaha llallah.

Kita harus menjalankan batin kita untuk mendekat kepada Allah, tidak hanya raga kita saja yang melakukan sholat atau ibadah lainnya, melainkan batin kita juga, bahkan ke-khyusu'an batin kita inilah yang mengantarkan kita untuk lebih dekat dengan Allah.

Tafsir lain "Ghuslu-ghuslu bathnaka, bathnaka ila Allah"

Mandikanlah batinmu, sucikan jiwamu menuju kepada Allah dari segala kesibukan hati selain mengingat-Nya.

"Bathoke ela-elo (geleng-geleng)"
Ada yang menyebutkan, ini menggambarkan para sufi ahli tasawuf yang biasa dalam berdzikir disertai gerakan menggelenggkan kepala. Ini salah satu bentuk meresapnya makna dzikir tersebut sampai ke dalam hati, atau disebut "dzikr bil-qalb"

2. Si Romo Menyang Solo
"Siiruu ma’aa man sholla"

Berjalan bersama orang-orang yang menegakkan sholat yaitu orang yang tidak bosan-bosannya berjuang di jalan Allah.

Tafsir lain, "Sharimi Yasluka"
Petik dan ambillah satu jalan.

Tentu yang dimaksud jalan kebahagiaan dan keselamatan, melalui beragama secara benar, berislam secara benar

Tafsir lain, "sirru maa yashilu"
Rahasia yang akan bertemu.

Yakni rahasia kenapa kita hidup di dunia ini, rahasia ibadah, rahasia segala ciptaan Allah, dan rahasia kalimat Laa ilaaha illallah

Tafsir lain, Siram (mandilah, bersucilah) menyang (menuju) Solo (Sholat). Mandilah, bersucilah, kemudian kerjakanlah shalat.

Maksudnya, sebelum kita mengerjakan sholat ataupun ibadah yang lainnya, kita harus mensucikan diri dari hadas ataupun kotoran lahir-batin, karena Allah itu Maha Suci, dan sangatlah tidak sopan kalau kita menemuiNya dalam kedaan tidak bersih dan tidak suci.

3. Oleh-Oleh E Payung Motho
"Laailaha illaallah hayun wal mauta"
Esakan Allah dari hidup sampai mati. Ajakan untuk bertauhid dan berpegang teguh kepada agama Allah sampai akhir hayat. Istiqomah dengan kalimat Lailaha illaAllah"

Tafsir lain, "laa ilaaha illallaah fayamuutu"
(Mengucap) Laa ilaaha illallah kemudian (langsung) mati.
Maksudnya mati dalam keadaan syahid, mengucap Laa ilaaha illallah

Tafsir lain, "Allahu faizun ‘ala man taaba"
Allah cinta pada hamba yang bertobat

4. Tak Jenthit Lo Lo Lobah
"Mandzalik muqarabah" Tafsir lain "Ittakhidzillaha Robba"
Jadikanlah Allah itu Tuhanmu. Siapa yang mendekat bertaqarrublah tanpa henti. Selalu mendekat kepada Allah dalam segala keadaan. Sabar saat diuji, syukur saat diberi nikmat.

Tafsir lain, "fajaddid allaila lubbah"

Maka perbaruilah (imanmu dengan ucapan laa ilaaha illallaah) pada malam ini, yaitu pada tengah (malam)-nya. Perbanyak dzikir, sujud, wirid kepadaNya, terutama dalam waktu-waktu sepertiga malam. Karena harus kita ingat

"Pak jenthit lolo lobah" (kematian itu datangnya tiba-tiba)

Tak ada yang tahu, tak bisa dimajukan atau dimundurkan walau sesaat. (baca QS Qaaf: 19). Sehingga saat kita hidup, kita harus senantiasa bersiap dan waspada. Selalu mengumpulkan amal kebaikan sebagai bekal untuk dibawa mati.

5. Wong Mati Ora Obah
"Hayun wal mauta innalillah"
Sungguh hidup dan mati hanyalah milik Allah.

Tafsir lain, "Man maata roaa dzunuubah"
Orang yang mati akan melihat dosa-dosanya. Oleh karena itu siapkanlah kematianmu dengan terus berbuat baik kepada sesama dengan penuh cinta dan Taqwa kepada Allah SWT.

6. Yen Obah Medeni Bocah
"Dzunuuba dainin yaghillu yadah"
Yang membelenggu dua tangan adalah hutang, baik hutang kepada Allah yaitu berupa ibadah mahdloh dan hutang kepada sesama manusia.

"Mahabbatan mahrajuhu taubah"
Kecintaan menuju taubat. Selagi masih diberi kesempatan oleh Allah untuk hidup di dunia ini. Jangan pernah putus asa dalam menggapai rahmat dan maghfirah-Nya.

7. Yen Urip Golek O Dhuwit
"Rottibil kolbi bil qouluts tsabit"Hati kita harus menurut dengan qoul yang tsabit (tetap) yaitu Laa ilaaha illallah.

"Yasrifu innal khalaqna insana min dhafiq"
Ingatlah sungguh manusia diciptakan dari air yang memancar. Maksudnya, manusia diciptakan dari ketiadaan dan kehinaan. Oleh karena itu untuk memperoleh kemulyaan harus dengan berjalan di jalan Allah. (Baca QS At Tariq ayat 6-7)

8. Sir Sir Pong Udele Bodong
"Sir sairon dalla showabaan"Maksudnya agar kita hidup menempuh jalan yang benar.

Demikian, semoga bermanfaat untuk kita dalam menjalani kehidupan. Kita hidup hanya sesaat, semoga tidak menanggung kesia-siaan [dutaislam.com/ed/pin]

Keterangan:
Diolah dari berbagai sumber


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini