Senin, 04 Desember 2017

Ketika Dua Orang Shaleh Berdebat Menolak Emas Temuan

Ilustrasi" Istimewa
DutaIslam.Com – Dikisahkan, dua orang saleh terlibat transaksi jual beli tanah. Ketika si pembeli mengolah tanahnya untuk ditanami tiba-tiba menemukan sebuah bejana berisi perhiasan emas.

Ia seorang yang sangat wara’ (berhati-hati terhadap barang yang syubhat, apalagi yang haram). Karena merasa bukan miliknya, bejana itu dibawanya ke penjual tanah.

“Aku menemukan bejana berisi emas ini di tanah yang aku beli, ini pasti milikmu, ambillah!” katanya kepada penjual tanah.

Si penjual tanah juga shale dan wara’ seperti halnya si pembeli tanah itu. “Saya menjual tanah dan segala apa yang ada di dalamnya, jadi perhiasan-perhiasan itu memang milikmu!” katanya kepada pembeli tanahnya.

“Tidak bisa!Aku hanya berniat (dan berakad) membeli tanahmu, dan tidak membeli emas-emasmu!” katanya.

Penjual tanah berkata, “Emas itu engkau temukan setelah tanah itu menjadi milikmu, jadi ia memang milikmu, bukan milikku!”

Begitulah mereka terus berdebat untuk menolak memiliki bejana berisi perhiasan emas yang harganya tentu sangat tinggi. Mereka lakukan semata-mata karena tidak ingin ‘kemasukan’ dan memakan barang syubhat yang dikhawatirkan bisa menyulitkan mereka dirinya di hari penghitungan kelak.

Karena masing-masing tidak mau ‘mengalah’ lantas mereka membawa perkaranya tersebut kepada seorang Hakim. Masing-masing menceritakan permasalahan dengan argumennya masing-masing. Sang hakim hanya menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya. Namun, kekaguman itu tidak bisa dia elak.

Hakim lantas berpikir sejenah dan berkata: “Apakah kalian mempunyai anak?”

“Saya mempunyai anak laki-laki!” kata penjual tanah.

“Saya mempunyai anak perempuan!” kata pembeli tanah.

Sang Hakim berkata:

“Nikahkanlah anak-anak kalian, dan berikan bejana berisi emas itu kepada mereka untuk bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya!”

Keduanya menerima solusi yang ditawarkan Hakim dan anak mereka dinikahkan.

Himkah Cerita
- Orang shaleh hati-hati dalam mencari rizki. Riski hanya dterima jika jelas kehalalannya
-Orang shaleh tidak tamak dan serakah terhadap harta dan urusan dunia
-Orang shaleh tidak pernah merasa paling benar. Ia selalu rendah diri dan mengalah demi kebaikan
-Buah jadi orang shaleh adalah kebaikan dan kebahagiaan dari Allah

Demikian, semoga bermanfaat. [dutaislam.com/ed/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini