Minggu, 24 Desember 2017

Kajian Sharaf "Man Tasyabbaha Bi Qoumin", Biar Tidak Asal Fatwa


DutaIslam.Com - Kalimat "Man tasyabbaha biqaumin fahuwa minhum" من تشبه بقوم فهو منهم  artinya: barangsiapa yang berusaha sekuat tenaga menyerupai suatu kaum maka ia termasuk diantara mereka.

"Tasyabbaha" تشبه berubah dari "syabiha" شبه dengan tambahan huruf "Ta" dan syiddah "'Ain fi'il"nya dalam bahasa Arab lazim mengandung arti "Takalluf" تكلف, yang definisinya معاناة الفاعل الفعل ليحصل: 

Bersusah payahnya pelaku akan perbuatannya sedemikian rupa sehingga berhasil (menyerupai segala sesuatunya dengan mereka yang ingin diserupainya).

Ini baru satu sudut pandang dari Ilmu Sharaf (bukan saraf loh, hihihi...).

Kalau sekedar serupa tanpa niat, apalagi tanpa susah payah menyerupai, bahasa Arab-nya harus "Asbaha" أشبه. Jadi, jangan sembarangan menerjemahkan apalagi menyimpulkan satu hukum karena hanya berdasarkan satu hadits atau ayat Al-Quran saja.

Dalam Ilmu Ushul Fiqih, setiap peristiwa selalu memiliki setidaknya 25 kemungkinan atau probabilitas hukum, karena harus diperhatikan pula: sebab (konteks), syarat, kendala, keabsahan dan pembatalannya.

Kalau tidak hobi pusing dan pening demi menemukan kebenaran yang betul, bagaimana bisa berjumpa dengan kebaikan yang benar?

من لا يحب العلم فلا خير فيه

Artinya: "Barangsiapa yang tidak mencintai ilmu maka tidak ada kebaikan baginya". (kata Imam Muhammad bin Idris Al-Syafi'i). [dutaislam.com/gg]


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini