Sabtu, 02 Desember 2017

Jangan Puas Karena Menjadi Orang Baik. Mengapa?

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Apa bedanya orang baik (shalih) dan penyeru kebaikan (mushlih)?
Orang baik, melakukan kebaikan untuk dirinya. Sedangkan penyeru kebaikan (Muslih) mengerjakan kebaikan untuk dirinya dan orang lain.

Orang baik dicintai manusia. Penyeru kebaikan dimusuhi manusia. Kok gitu?

Rasulullah saw sebelum diutus, beliau dicintai kaumnya karena beliau orang baik. Namun ketika Allah mengutusnya sebagai penyeru kebaikan, kaumnya langsung memusuhinya dengan memberinya banyak gelar: Tukang sihir, Pendusta, Gila.. dan banyak lagi.

Apa sebabnya?

Karena penyeru kebaikan 'menyikat' batu besar nafsu angkara dan memperbaikinya dari kerusakan. Itulah sebabnya mengapa Luqman menasihati anaknya agar bersabar ketika melakukan perbaikan. Karena dia pasti akan menghadapi permusuhan.

“Hai anakku tegakkan sholat, perintahkan kebaikan, laranglah kemungkaran, dan bersabarlah atas apa yang menimpamu..”

Berkata ahli ilmu:

Satu penyeru kebaikan lebih dicintai Allah daripada ribuan orang baik. Karena melalui penyeru kebaikan itulah Allah jaga umat ini. Sedang orang baik hanya cukup menjaga dirinya sendiri.
Allah swt berfirman :

( وَمَا كَانَ رَبُّكَ  لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُون َ).

"Dan tidaklah Tuhanmu membinasakan satu negeri dengan zalim padahal penduduknya adalah penyeru kebaikan.."

Allah tidak berfirman: "...Orang Baik (Sholih)". Tapi Allah brfirman:

كونوا مصلحين ولا تكتفوا بأن تكونوا صالحين.

"Maka jadilah penyeru kebaikan. Jangan merasa puas hanya sebagai orang baik saja"

Di bagian mana kita saat ini? [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Ditulis oleh Gus Mizan Basyari Kembangsawit Madiun. Diedit seperlunya oleh Redaksi Dutaislam.com


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini