Selasa, 12 Desember 2017

Habib Luthfi Langsung Berdiri dan Cium Tangan dengan Orang Sepuh Ini


DutaIslam.Com - Dalam sebuah kesempatan acara Forum Thoriqoh NU Jawa Barat yang kebetulan dilaksanakan di pesantren Babakan atas prakarsa KH.Zamzami Amin dan kiai lainnya, mengundang penceramah "Shohibul Thoriqoh" : Habib Luthfi Bin Yahya Pekalongan.

Dikarenakan kebetulan letak rumah keluarga saya strategis dengan lokasi acara, akhirnya disepakati sebagai tempat transit beliau.

Karena jika di lantai satu atau dasar, tentu tidak steril (banyak tamu yang pingin ketemu), akhirnya disiapkan dilantai 2, kebetulan tempatnya adalah kamarku, dan luas kamar juga agak luas, bisa dijadikan lesehan.

Ketika Habib Luthfi datang, langsung diantar ke lantai 2. Setelah masuk kamar dan istirahat sejenak, beliau akhirnya keluar kamar, di situ sudah disiapkan berbagai hidangan dengan gelaran karpet dll.

Kami, para panitia dan keluarga besar Babakan akhirnya bisa bercengkrama dengan beliau, mendengarkan nasehat, cerita dan hal lainnya. Seperti watak atau karakter beliau, dalam berucap beliau penuh ketegasan dan kemantapan (bahasa Cirebonnya: jger..jger bae!).

Ketika hal itu berjalan beberapa menit, tiba-tiba Abah datang, beliau yang sedang bersantai, dengan hanya memakai celana kain tipis putih dan kaos oblong, tampak sibuk mengambil dan berbenah menggunakan pakaian (bahasa ringkasnya memakai pakaian yang sopan).

Beliau berdiri, mencium tangan Abah, dan memanggil Abah Hud bin Yahya dengan sebutan Amy (paman).

Dan lebih takjub lagi, beliau mengatur posisi, ucapan dan intonasi dengan sesopan mungkin, berbeda 180 derajat ketika beliau berhadapan dengan kami-kami.

Ah..ketika itu juga, saya langsung mengkoreksi perilaku saya sendiri, hm..ternyata adab saya masih rodex (jelek). Karena saya terhadap orang-orang sepuh tidak berperilaku sopan dan tawadlu' seperti beliau Habib Luthfi.

Padahal jika melihat sosok beliau habib, keutamaan dan keilmuannya tidak diragukan lagi, tapi bisa sampai begitu sopan dan tawadlunya ketika menghadapi orang tua. [dutaislam.com/gg]

Source: Gus Olib Yahya (putra Abah Hud)

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini