Rabu, 27 Desember 2017

'Ceramah Super' Gus Nur, Tak Pakai Dalil, Isinya Caci Maki

Gus Nur. Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Sugi Nur alias Gus Nur benar-benar super. Dia tahu banyak hal. Tak hanya urusan agama tapi juga urusan politik. Karena pengetahuannya yang luas itu, beliau banyak sekali melancarkan kritik kepada pihak lain termasuk pemerintah. Tujuannya perbaikan umat dan negara. Tentu versi beliau. 

Gus Nur banyak mengisi ceramah agama. Dia diundang di banyak tempat untuk memberi pencerahan dan wawasan keagamaan. Gus Nur juga mengemukakan pandangannya di akun media sosial miliknya. Misalnya Gus Nur Ngaji bareng. 

Ceramah terbaru Gus Nur di Medsos berjudul "Mereka Satu Paket". Gus Nur sedang menyoroti banyak isu. Soal penistaan agama, soal LGBT, persekusi, liberalisme, sekularusme, dan masalah kepemimpinan di Indonesia. Semua terangkum hanya dalam enam pragraf. 

Yang paling menohok, Gus Nur menyebut penguasa dzalim. Gus Nur juga menyebut kata-kata munafik kepada pihak-pihak yang tidak dia sebutkan namanya. Banyak lagi hujatan-hujatan dan cacian sebagai bentuk kecerdasan dan ketinggian ilmu Gus Nur. 

Namun demikian, ceramah Gus Nur tak seperti ustad-ustad atau kiai kebanyakan yang penuh dengan dalil-dalil dari Al Qur'an atau Hadis Nabi. Ceramah Gus Nur tidak. Mungkin karena Gus Nur adalah dalil itu sendiri. Sehingga yang beliau ungkapkan adalah kebenaran. Tentu kebenaran versi beliau selaku almukarrom. 

Berikut transkip ceramah Gus Nur Rabu (27/12/2017) yang super, multi tema, penuh caci-maki dan tanpa dalil itu: 

MEREKA ITU 1 PAKET...!!!

Penista agama, pendukung LGBT. Pelaku persekusi. Pembubaran pengajian. Liberalisme. Sekulerisme. Mereka itu 1 paket. Orangnya ya itu. Partainya ya itu... tidak ada yang lain.

Mereka terdiri Non Muslim. Kafir Harbi. Kaum LGBT. Tapi juga banyak yang dari kalangan orang Islam, bahkan bukan Islam ecek-ecek melainkan tokoh yang bergelar dan bertitel. Ada yg KH. Ada yang Prof. Ada yang GUS. Ada yang anggota Partai. Ada yang Menteri, dan masih banyak lagi... 

Ciri - ciri mereka, Hari - hari mereka teriak NKRI harga mati, Pancasila. Bhinneka tunggal Ika. Toleransi dan sejenisnya, tapi sebaliknya, mereka setiap hari justru memusuhi ulama / Ustadz / ummat Islam dgn dalih memecah belah persatuan. Intoleransi. Ceramahnya provokator. Ceramahnya radikal. Dan lagu lama lainnya... 



Parahnya, rendahnya, tragisnya, sebenarnya mereka tahu siapa sebenarnya pemecah belah sejati, mereka tahu siapa Ulama provokator sejati. Mereka tahu siapa partai sarangnya munafik - munafik sejati. Tapi itulah mereka...!!! Aneh tapi nyata... Mahkluk durjana zaman sekarang... Kepada yg asli provokator mereka malah ngatok / menjilat cari muka...

Parahnya. Rendahnya. Tragisnya. Sebenarnya mereka juga tahu bahwa ummat ini sudah muak dengan seragamnya, muak dengan kesombongannya, muak dengan kebodohannya, muak dengan kyai nya, muak dengan pemimpinya, muak dengan partai dan kroni - kroninya. Tapi mereka tetap pongah dan merasa paling benar..... 

YANG TINGGI JADI PENGUASA DZOLIM. JADI KETUA DZOLIM. JADI PEMIMPIN DZOLIM. SEMENTARA YANG KECIL, TIDAK SADAR KALAU CUMA DIJADIKAN PION DAN TUMBAL...!!!!!!!

Bagaimana? Ceramah ustad Gus Nur mencerahkan ya? [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini