Kamis, 09 November 2017

Untung Ngelus Dada Karena Ustad Maunya Hanya Ambil Untung

Ilustrasi: Istimewa
DutaIslam.Com – Untung adalah santri ustad yang kritis dan rajin bertanya. Kegegemarannya tehadap ilmu membuatnya pandai dan banyak pengetahuan. Sampai-sampai ia melebihi kepintaran ustadznya.

Untung cerdas, dia pandai menggunakan penalaran. Logikanya main. Hingga suatu ketika dia kerap mengajukan pertanyaan pertanyaan kepada ustadz yang banyak hafal dalil-dalil namun jarang berpikir itu.

Suatu hari, Untung bersama sang ustad duduk bersama di sebuah majlis khusus. Seperti kebiasaanya, setelah bertemu ustad untung pasti punya pertanyaan-pertanyaan.

Untung:
"Ust, apakah Presiden kita termasuk Waliyul Amr yang sah?"

Ustadz:
"Ya tentu tidak, karna dia terangkat oleh Demokrasi. Dan Demokrasi hukum kafir bukan hukum Islam,”

Mendengar jawaban ustad, Untung teringat dengan pertanyaan dan jawab ustad tempo hari:

Untung:
"Ust, ada yang bilang demo itu harom. Bener gak?"

Ustadz: 
"Ya enggak laah, kita khan hidup di Negara Demokrasi. Negara kita membolehkan demo. Jadi tidak apa-apa,"

Untung diam. Dia hanya membalok balikkan pikirannya sendiri. Dalam hatinya bergumam menyimpulkan cara berpikir ustadnya yang sempat belajar di arab itu: Disaat Demokrasi merugikannya maka dibuangkah demokrasi. Sebaliknya, disaat meng-UNTUNG-kan ia digunakan.

Sambil berpikir, Untung teringat momen-momen lain bersama sang ustad. Masih di seputar pertanyaan karena Untung merasa gelisah.

Untung:
"Ust, kok antum cukur jenggot dan isbal?"

Ustadz:
"Ooo itu khan khilaf. Jadi selama ada ulama yang berpendapat seperti itu yaa kita saling tolerir lah!"

Untung:
"Ust, katanya Tai Kucing itu suci, bener gak?"

Ustadz:
"Yaa enggak lah. Makanya jangan bawa-bawa Mazhab Hambali ke Negara yang bermazhab Syafi'i.."

Lagi-lagi Untung dibuat bingung oleh sang ustad yang berjidad hitam itu. Dia tak habis pikir, disaat khilaf ulama merugikannya, ustadnya membuangnya. Namun disaat me-NGUNTUNG-kan ustadnya membelanya.

Untung sebenarnya ingin protes tapi sebagai santri dia tetap tawadu mendengarkan ustad. Akhirnya untung hanya bisa ngelus-ngelus dada. [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Cerita ini dibuat Untung Mumayyiq dan dimodifikasi Dutaislam.com tanpa menghilangkan esensi dan pesan-pesan yang terkandung dalam cerita.


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini