Rabu, 22 November 2017

Si Tofa Ngetwit "Ngawur" Catut Muhammadiyah, Netizen MD: Mohon Jangan Sama-ratakan


DutaIslam.Com - Si Tofa atau Mustofa Nahrawardaya atau yang dikenal dengan sebutan TofaLemon, melalui akun @NetizenTofa lagi-lagi ngetwit ngawur. Kali ini dirinya menyebut amaliyah ziarah sebagai tradisi baca Qur'an lalu minta-minta sesuatu pada arwah di kuburan. Astaghfirullah.

Baca twitt ngawur Tofa lain: Hina Ibu Negara, Pengurus PP Muhammadiyah Mustafa Nahra, Dihujat

"Kami yang Muhammadiyah tidak ada tradisi baca2 Quran lalu minta2 sesuatu pada arwah di kuburan. Kami tidak ada tradisi menyembah isi kuburan," kata Tofa (21/11/2017).

Baca twitt ngawur Tofa lain: Jonru Dilarang Isi Cyber Army Bertema Bela Islam di Sragen, Tofalemon Nyinyir

Agaknya si Tofa juga terpengaruh cecunguk HTI yang sering memprovokasi tukang pembubar pengajian yang ditujukan pada kelompok tertentu.

"Tapi, kami juga tidak pernah membubarkan pengajian yang digelar oleh komunitas penyembah kuburan. Karena itu urusan rumah tangga mereka," lanjutanya.

Baca penjelasan Gus Yaqut: Bantahan Keras Gus Yaqut Soal Fitnah Banser "Suka Bubarkan Pengajian"

Menanggapi status Tofa itu, @egistria_r menyayangkan status Tofa yang demikian. Menurutnya warga Muhammadiyah yang membaca status Tofa pasti menyesal. "Orang Muhamadyah pasti nyesel baca twit lho ini, selain gak bermutu juga mempertajam perbedaan," katanya.

Tanggapan @egistria_r dibenarkan oleh @anggiedwidowati selaku warga Muhammadiyah. Menurutnya, Tofa memakai Muhammadiyah untuk kendaraan cari popularitas murahan. "Mau pakai Muhammadiyah untuk kendaraan cari popularitas murahan," katanya.

Dirinya menceritakan tentang kegiatan Muhammadiyah di daerahnya. Dia memungkinkan kalau Tofa adalah kader abal-abal. "Teman2 Muhammadiyah aku yg di daerah, mengurus panti asuhan, klinik kesehatan, sekolahan, santai dan tidak kasar. Mereka lebih suka bekerja bukan ngomong ga jelas. Gatau klw seleb yg itu tuh, mungkin saja dia kader abal2," lanjutnya.

Baca twitt ngawur Tofa yang lain soal Buya Syafi'i: Buya Syafi’i: Dalam Kondisi Seperti Ini (Ketidakwarasan), Saya Rindu Gus Dur

Lebih rinci, @anggiedwidowati juga menyoroti ulah HTI selama ini. Menurutnya HTI sekarang lebih agresif dibanding tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun2 aku di Muhammadiyah (tdk aktif setelah menikah) HTI belum seagresif sekarang. Muhammadiyah itu organisasi sosial kemsyarakatan, bukan politik. Tp sekarang dipakai2 untuk politik," jelas @anggiedwidowati.

Baca: Akhlak Aktivis Hoax Tahrir Indonesia

Di lain kesempatan, Rumail Abbas melalui akun twitter @Stakof menyecreenshot status si Tofa di atas dan diupload di twitter pribadinya.

Melaihat status Rumail, Julian K. Nugroho melalui akunnya @deemaz85 menanggapi kalau status Tofa tidak mewakili warga Muhammadiyah.

"Saya juga Muhammadiyah, mohon jangan di sama-ratakan.. Yg terlalu loyal sama eks Tokoh reformasi sama masuk parpol "itu" baiknya jangan dianggap representasi dari Muhammadiyah.. Maturnuwun..," jelasnya. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini