Kamis, 16 November 2017

Lagi, Ini Cara Bungkam Pertanyaan "Teror Papua, Banser Dimana?"

Foto: Istimewa
Oleh M Yusuf Hasyim

DutaIslam.Com - Pertanyaan lucu yang berkali-kali masuk di inbox saya: "Dimana Banser Papua saat 1300 warga desa disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Timika?"

Pertanyaan jenius bung! Sini saya tanya balik, ada ratusan kriminal bersenjata dengan taruhan ribuan warga tak berdosa yang disandera di Desa Kimbely dan Desa Banti. Dan anda bertanya dimana Banser?

Sini saya jelaskan, Banser adalah ormas sipil bukan militer, badan otonom NU yang bertugas dalam pengamanan dan misi kemanusiaan. Anda pikir mereka memiliki senapan serbu AK 101/AK-74/AK-2000P?

Hellaaaw.. mereka tak bersenjata! Bersenjatakan pistol genggam pun tak diizinkan. Kalau mereka bersenjata mungkin Felix sudah menangis darah dan tak sempat 'playing victim' di akun-nya. Apalagi untuk dilatih melakukan pembebasan ribuan sandera oleh para teroris bersenjata laras panjang? tentu tidak!

Baca: Pesan Banser Papua untuk Para Nyinyiers Cecunguk HTI

Anda yang bertanya ini gila atau apa? TNI & Polri saja sampai sekarang belum bisa menghabisi OPM, lalu anda suruh Banser? Maju pakai apa? Ini bukan soal nyali, tapi rasionalitas. Ini ranah kewenangan Polri, bukan ormas. Belum lagi bicara aksesibilitas wilayah, mengakses dua desa tsb saja adalah tantangan sulit bagi aparat, anda pikir Banser punya pintu kemana saja?

Pembebasan sandera sudah berhubungan dengan resiko korban jiwa. Yang mengerti SOP-nya adalah Polri & TNI. Aparat saja masih melakukan pendekatan persuasif dan mengumpulkan para kepala suku agar tahu para kriminal ini permintaannya apa. Jangan bilang Brimob & TNI pengecut ya karena tak berani menggebrak dengan senjata berat, karena melakukan serangan masif ke dua desa tsb artinya ada ribuan nyawa warga yang jadi taruhan.

Baca: Cara Bungkam Haters yang Ngeyel, Fitnah Banser Nano Nano

Kalau anda pikir ini kewenangan Banser mengapa anda tidak tanyakan hal yang sama pada FPI, Kokam dll, kenapa mereka tidak berangkat juga ke Papua?

Just use your logic! Terhadap pengajian Felix saja Banser tidak melakukan kekerasan. Mereka hanya menawarkan sepucuk surat dan Felix memilih kabur. Tak ada pintu yang didobrak, tak ada piring yang pecah, paling hanya Felix yang nangis-nangis teraniaya di medsos-nya. Tradisi Banser jauh dari kekerasan. Bandingkan dengan kelompok sebelah yang main sweeping cafe pakai pentung dan menggrebek warteg di siang bolong. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini