Sabtu, 25 November 2017

Bolehkah Menambah Bacaan dalam Shalat?

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com – Shalat merupakan ibada mahdhoh yang pelaknsaanya dicontohkan langsung oleh Rasulullah. Ini terekam dalam sebuah hadis shahih yang diriwayatkan Imam Bukhori: "Salatlah kalian seperti apa yang kamu lihat dariku saat aku salat" (HR al-Bukhari)

Lantas bagaimana hukum menambah bacaan di dalam shalat?

Jawaban:

- Kita tahu doa Qunut yang dibaca Rasulullah adalah pendek. Yakni, Allahumma ihdini dan seterusnya. Tapi kemudian ada Qunut Umar yang lebih panjang (riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Abdurrazzaq. Mufti Saudi menilai sahih)

- Kita juga tahu bahwa Syahadat di dalam salat ternyata diberi tambahan oleh sahabat Ibnu Umar:

 أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ قَالَ ابْنُ عُمَرَ زِدْتُ فِيهَا وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ (رواه أبو داود 826)

"Dalam kalimat Syahadat (tahiyat) salat, Ibnu Umar berkata: Saya tambahkan bacaan Wahdahu la syarika lahu dan Abduhu wa Rasuluhu" (Abu Dawud 826). Dinilai shahih oleh ulama Salafi syekh Albani.

- Dalam sebuah hadis ketika Sahabat bermakmum kepada Nabi menambahkan bacaan:

ربنا ولك الحمد حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه

Lalu Nabi memuji bacaan tersebut (HR al-Bukhari). Padahal Sahabat tersebut tidak diperintahkan oleh Nabi.

Dari hadis ini Amirul Mu'minin fil hadis al-Hafidz Ibnu Hajar berkata:

وَاسْتُدِلَّ بِهِ عَلَى جَوَازِ إِحْدَاثِ ذِكْرٍ فِي الصَّلاَةِ غَيْرِ مَأْثُوْرٍ إِذَا كَانَ غَيْرَ مُخَالِفٍ لِلْمَأْثُوْرِ (فتح الباري لابن حجر)

"Hadis ini dijadikan dalil diperbolehkannya memperbaharui dzikir di dalam salat yang tidak diajarkan oleh Rasulullah selama dzikir tersebut tidak bertentangan dengan ajaran Rasulullah" (Fathul Bari 2/287)

- Kita tahu nabi tidak pernah melakukan doa khatam Quran di dalam salat. Tapi di Makkah hingga saat ini doa khatam Quran di akhir Ramadlan hampir 20 menit saat Witir Ramadlan. Dan Mufti Saudi Syaikh Bin Baz memfatwakan boleh.

Dari ijtihad para sahabat dan ulama menunjukkan bahwa menambah bacaan di dalam salat adalah boleh. Termasuk 3 madzhab dari generasi akhir membolehkan menambah "Sayidina" dalam shalat. [dutaislam.com/ed/pin]

Keterangan:
Penjelasan ini dari Ma'ruf Khozin, pemateri kajian hadis Bulughul Maram di Masjid Nasional al-Akbar, Surabaya 


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini