Senin, 13 November 2017

Arab Saudi Akan Rayakan Maulid Nabi, Bid’ah?

Bendera Arab Saudi. Foto: Istimewa
DutaIslam.Com – Arab Saudi terus menunjukkan pandangan terbuka dengan hal-hal yang dianggap sebagian kalangan di Indonesia berbau bid’ah (tindakan yang tidak pernah dilakukan nabi). Tepat di hari lahir Nabi Muhammad tahun ini, negri tempat lahirnya Islam itu menjadikan hari libur nasional. Semua karyawan, baik negeri maupun swasta diimbau untuk ikut merayakam maulid Nabi Muhammad.

Salah satu media timur tengah, Thaqfny.com, Senin (13/11/2017) mengabarkan, Kamis 30 November 2017 (12 Robiul Awal 1439) akan menjadi hari libur resmi bagi semua pegawai Arab di sektor swasta dan pemerintah. Libur nasional untuk memperingati maulid atau kelahiran nabi.

Menurut media itu, perayaan kelahiran nabi merupakan salah satu adat istiadat yang telah diwariskan antar generasi di beberapa negara. Dimana, hari itu menjadi libur nasional. Umat Islam kemudian saling mengucapkan selamat dan berpuasa.

Pendapat dari Dar al-Ifta, perayaan maulid merupakan metode yang beradab. Karena di hari itu terjalin sebuah pertemuan yang diadakan untuk masyarakat dengan membaca Al-Qur'an, biografi Nabi Muhammad SAW, menyanyikan puisi-puisi religius, dan beberapa manifestasi sukacita sebagai penghormatan dan mengenang kelahiran nabi.

Selain itu, memberi pujian terhadap nabi dan penghormatan terhadap yang hadir dengan memberi makanan atau minuman. Penghormatan kepada nabi dan tahaddus bin ni’mah atas kelahirannya. Menurut Dar al-Ifta, hal itu adalah salah satu Sunan yang disebut oleh Nabi: "Barangsiapa memiliki tahun yang baik dalam Islam memiliki pahala yang baik dan memiliki upah untuk membayarnya”

Semenetara itu, Mufti Agung Dr. Noah Ali Suleiman mengatakan, merayakan kelahiran nabi tidak dilarang. Ada banyak bukti Al Quran untuk menghidupkan kembali kelahiran nabi.

"Alhamdulillah, damai dan rahmat atas tuan kita, Rasulullah, perayaan kelahiran nabi adalah cara beradab untuk mengungkapkan kasih Rasulullah. Membanggakan kepemimpinan dan kepatuhannya terhadap hukumnya dan bebas dari pelanggaran hukum dan mendesak pada kepatuhan terhadap agama. Tuhan tahu yang terbaik," katanya. [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Diterjemahkan dari Thaqfny.com.


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini