Selasa, 14 November 2017

10 Fakta Penting NU untuk NKRI, Sindiran Keras Bagi Kelompok 'Ngeyel' Khilafah

Foto: NU Online
DutaIslam.Com – Peran penting organisasi Nahdlatul Ulama (NU) Bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak dapat diragukan. Banyak bukti dan fakta sejarah yang menunjukkan keterlibatan NU dalam proses kemerdekaan dan setelah kemerdekaan.

Berikut 10 fakta bersejarah mengenai peran dan keterlibatan NU dalam proses kemerdekaan NKRI yang dikemas dengan pertanyaan dan jawaban untuk penegasan.

1. Siapa yang berjuang menumpas penjajah Jepang?Jawabannya: NU, melalui barisan Hizbullah dan lainnya.

2. Siapa yang membumikan nama Indonesia dan mengusulkan Ir. Soekarno sebagai pemimpin?Jawabannya: NU, melalui muktamar Banjarmasin sebelum kemerdekaan.

3. Siapa yang berijtihad bahwa Indonesia (NKRI) adalah negara darussalam yang harus diperjuangkan?Jawabannya: NU, melalui Bahtsul Masail di penghujung tahun 1930-an.
(Ingat! Tahun 1930 itu, 15 tahun sebelum proklamasi dikumandangkan bapak proklamator kita)

4. Siapa yang mengeluarkan resolusi Jihad?Jawabannya: NU, melalui fatwa Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'ari tanggal 22 Oktober 1945. Kemudian memicu kejadian bersejarah tanggal 10 November 1945.
 
5. Siapa yang menengahi perseteruan Nasionalis dan Islamis saat membuat dasar negara?Jawabannya: NU, melalui sosok KH. Wahid Hasyim (ayah Gus Dur) yang saat itu mengambil lima intisari Piagam Madinah.

6. Siapa yang meminta negara tetap mengayomi umat Islam pasca penghapusan tujuh kata dalam sila pertama Pancasila?Jawabannya: NU, tatkala KH. Wahid Hasyim meminta dibentuk Departemen Agama.

7. Siapa yang dulu menetralisir kebijakan berbau komunisnya Bung Karno?Jawabannya: NU, saat Kiai Wahab Chasbulloh secara gesit masuk dalam barisan Nasakom untuk menghadang PKI mempengaruhi Bung Karno.

(Kiai Wahab Chasbulloh adalah pahlawan, santri tulen, teman mengaji Kiai Hasyim Asy'ari, teman ngopi, teman merokok di NU. Mbah Wahab dan mbah Hasyim sekaligus pahlawan NKRI. Beliau tidak pernah mengatakan NKRI Bersyariah)

8. Siapa yang menjaga keutuhan negara dan ikut bertempur saat Komunis merajalela?Jawabannya: NU, melalui santri pondok dan barisan Pagar Nusa karena waktu itu sasarannya adalah kiai pondok.
 
9. Siapa yang berijtihad saat asas tunggal diberlakukan negara?
Jawabannya: NU, di masa Kiai Ahmad Siddiq yang secara gesit menerima asas tunggal Pancasila dengan dalil-dalil sharih.

10. Siapa yang meminta pemerintah mengayomi seluruh ormas Islam di Indonesia?
Jawabannya: NU, melalui sosok KH. Ibrahim Hosen (ayahnya Gus Nadirsyah Hosen yang dituduh syiah, liberal, anti-Islam, wa akhawatuha) melalui usulan dibentuknya MUI. Beliau juga yang meletakkan dasar-dasar ijtihad ijtima'i ala NU dalam tubuh MUI.

(Anehnya, sekarang ada sekelompok orang yang organisasinya dibubarkan berteriak lantang, "negara jangan semena-mena membubarkan kami, ingat, umat Islamlah yang memperjuangkan negara ini dari masa ke masa!")

Pertanyaanya sekarang, ormas sampean berdiri kapan kang? Masih baru, kan?
NU? Sudah lahir sebelum bapak-bapkmu lahir. NU tidak pernah teriak-teriak khilafah. NU tidak pernah teriak-teriak NKRI Bersyariah. Siapa yang suka teriak-teriak khilafah? Mereka pasti belum ngopi! [dutaislam.com/pin]

Keterangan:
Disadur dari karya KH. Azizi Hasbulloh, Alumni PP. Lirboyo/LBM PWNU Jawa Timur. Diedit dan diolah ulang Redaksi Dutaislam.com.


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini