Selasa, 17 Oktober 2017

Zabib Penghina Gus Yaqut Sempat Mengaku Khilaf, Tapi Menolak Minta Maaf

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Sekretaris Pengurus Pusat Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar) Gus Ghufron mengkalrifikasi isu yang berkembang soal kasus Penghina Ketum Ansor Gus Yaqut oleh warga Gapura Sumenep Zabib Muhammad di media sosial. Gus Ghufron yang saat itu ikut terlibat dalam penyelesaian masalah tersebut mengaku kalau sebelumnya telah melakukan upaya tabayyun kepada Zabib. 

Zabib Muhammad, kata Gus Ghufron, ketika dihubungi via telpon saat itu telah mengaku khilaf dan berjanji akan menemui tokoh-tokoh NU di Kantor PCNU Sumenep untuk minta maaf. Namun, tiba-tiba niat itu batal. Zabib kemudian memutus kontak dan tak jelas keberadaannya. 

”Ansor wilayah Madura telah berkoordinasi dalam rangka tabayyun. Bahkan saya sendiri sampai empat kali menelpon kepada beliau (Zabib, red). Singkat cerita beliau meyambut positif dan mengaku khilaf. Namun sekitar pukul 17.00, yang bersangkutan tidak berkenan. Alasannya tidak mendapat ijin dari abahnya (orang tuanya, red),” ujar Gus Ghufron dalam klarifikasinya melalui rekaman yang diterima Dutaislam.com, Selasa (17/10/2017)

Mendengar tidak mendapat ijin dari orang tua Zabib, Gus Ghufron kemudian menyarankan agar Zabib menjelaskannya dengan baik supaya tidak menimbulkan salah paham. Bukannya mengikuti saran, Zabib justru menutup panggilan telpon.
   
”Padahal saat itu, ketua Ansor Sumenep rela meninggalkan kegiatan demi menemani Zabib karena pada hari itu sudah terjadi kesepakatan,” katanya.

Waktu berlalu ternyata upaya tabayyun dengan Zabib Muhamamad tetap tidak bisa dilakukan. Berdasarkan hasil musyawarah internal Ansor Sumenep, Gus Ghifron dan Ansor mengindikasi bahwa pihak Zabib sengaja menutup komunikasi untuk tabayun.

Meskipun begitu, lanjut Gus Ghufron, Ansor masih memilih menunggu. Sambil lalu menyakinkan kepada pihak kepolisian agar tidak bertindak terlebih dahulu. Namun, upaya itu tetap tidak berhasil. Akhirnya, organisasi secara resmi mengambil sikap sebagai bentuk pertanggungjawaban.

”Setelah sekitar 23 hari kita sudah putus asa untuk bisa bertemu. Sementara publik semakin resah karena status yang mendiskreditkan NU. Kami gagal untuk mediasi. Padahal, kalau sudah mediasi semuanya selesai. Tidak akan ada tindakan lain karena sesuai amanah para sesepuh harus diskusi dulu ketika menghadapi orang yang belum paham terhadap NU,” katanya.

”Setelah diserahkan ke kepolisian kami tidak bisa apa-apa. Kami sudah berupaya tabayyun,” tambahnya.

Dengan adanya penjelasan tersebut, Gus Ghufron berharap kepada masyarakat untuk dipahami bersama dengan baik. Dia menegaskan bahwa prosedur hukum bukan langkah awal yang diambil oleh Ansor. Melainkan tahap terakhir karena yang bersangkutan tidak bisa diajak tabayyun.  [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini