Senin, 16 Oktober 2017

Tirakat Mbah Abdul Karim: Ketika Mondok Hanya Makan Daun Mengkudu


DutaIslam.Com - “Tirakate Mbah Abdul Karim luar biasa. Kulo, kiai Kafabih (KH. Abdulloh Kafabihi Mahrus) niku mboten wonten nopo-nopone. Mboten saget tirakat kados Mbah Abdul Karim, " kenang KH. M. Anwar Manshur dalam peringatan Haul KH. Abdul Karim, Kamis (15/06/2017).

Salah satu yang beliau kisahkan, adalah bagaimana simbah Abdul Karim menyambung hidup semasa mesantren di Bangkalan. Setelah nderep (mengumpulkan beras) dari berbagai tempat, beliau berhasil mengumpulkan dua karung beras. Beliau sudah ditunggu temannya di satu tempat sebelum berangkat ke pesantren.

Kebetulan, ketika beliau sampai di pesantren, Kiai Kholil keluar rumah dan melihat seorang santrinya membawa karung penuh beras. "Peneran, iki pitikku luwe." Beras dua karung hasil upaya keras beliau ditebar seketika itu. Entah, tebaran beras itu ludes bersih dalam beberapa saat saja. "Iku berasmu tak ijoli godong bentis (mengkudu)," perintah Kiai Kholil. Simbah Abdul Karim hanya diam. Di hari-hari kemudian perut beliau hanya berisikan daun mengkudu. "Mboten kados santri-santri sakniki. Mangane enak-enak," sambung Kiai Anwar.

Di sela-sela kisah ini, beliau berpesan kepada hadirin, "Masio gak 50 persen, sepuluh-sepuluh persen ibadahe Mbah Abdul Karim ayo dicontoh. Dilakoni. (Meski tidak bisa 50 persen, paling tidak sepuluh persen ibadah Mbah Abdul Karim mari kita  contoh, kita lakukan)." [dutaislam.com/gg]

Source: FP LIRBOYO

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini