Jumat, 20 Oktober 2017

Soal Status "nDoro", Zaenal Maarif: Kalian Saja yang Terjangkiti Virus Ashobiyah


DutaIslam.Com - Status KH Yahya Cholil Staquf di facebooknya pada Kamis (19/10/2017) yang menyebut Mbah nDoro, menjadi perbincangan di grup-grup WhatsApp. "Apa maksud Gus Yahya membuat status itu?". Pertanyaan-pertanyaan seperti ini muncul diperbincangan itu.

Tak jarang pula tanggapan-tanggapan negatif muncul, sebab orang yang menanggapi itu, menduga maksud "nDoro" itu tiada lain adalah Habib Umar bin Hafidz. Baik tanggapan positif maupun negatif, Anda juga bisa menyaksikan sendiri di kolom komentar status facebook Gus Yahya.

Melihat ramainya perbincangan mengenai status Gus Yahhya itu, Zaenal Maarif, salah satu orang dekat beliau mencoba mengklarifikasi atas tuduhan-tuduhan negatif yang dialamatkan kepada Gus Yahya.

"Intinya Nusantara yang bernasab kepada Semar itu dipandang lebih rendah martabatnya dari para Ndoro di Arab sana, sehingga para Ndoro itu kurang respek dengan pengalaman Bani Semar yang telah sekian ratus tahun dijajah ndoro londo," kata Zaenal di status facebooknya (20/10/2017).

Zainal juga menceritakan keadaan negara-negara Timur Tengah yang akhir-akhir ini terjadi konflik berkepanjangan. "Syiria, Turki, Yaman, Lebanon, Marokko, Irak, Iran, Mesir, Qatar, Saudi, apakah di sana kekurangan para Ndoro yang berkemampuan menghimpun kaum Sudra untuk mencegah ribuan nyawa kaum Muslimin yang pecat dari jasadnya dengan alasan yang membingungkan?," lanjutnya.

Zaenal secara tegas mengatakan, bahwa yang dimaksud dalam status Gus Yahya tersebut bukanlah Habib Umar bin Hafidz. Ia juga menyinggung komentar orang-orang yang amat tergesa-gesa merespon negatif terhadap status Gus Yahya tersebut.

"Intinya, Ndoro itu bukan Habib Umar bin Hafidz, kalian saja yang terjangkiti virus ashobiyah, sehingga dengan amat tergesa gesa berkomentar lucu, bukankah buanyak para tokoh timur tengah yang telah wira wiri datang ke sini sebelum Habib Umar? Dan tak ada satupun dari para ndoro itu yang ingin mengupayakan mengakhiri konflik di negaranya, seakan para ndoro itu telah berputus asa, dan datang ke sini dalam rangka piknik," jelas Zaenal.

Di akhir-akhir statusnya, Zaenal mengingatkan kepada orang-orang yang komentar negatif mengenai status Gus Yahya itu. "Ingatlah sodara, kemarahan adalah gerbang pertama kemanusiaan terlecehkan," tandasnya. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini