Minggu, 15 Oktober 2017

Rasulullah Bersabda: Sebaik-Baik Lauk Adalah Garam. Begini Cara Mengkonsumsinya

Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Al Baihaqi mensitir sabda Rasulullah: "Sebaik-baik lauk adalah garam". Hal ini tampak bertentangan dengan dunia medis saat ini yang mengatakan bahwa makan garam bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti darah tinggi, dehidrasi, keropos tulang dan penyakit empedu. Namun hal itu tidak akan terjadi jika Anda mengetahui cara mengonsumsi garam secara benar.

Begini cara mengonsumsi garam agar terhindar dari penyakit ala Rasulullah. Jadi sesuai dengan hadist di atas yang menyatakan garam bukanlah penyebab penyakit, tapi malah obat yang paling mujarab seandainya digunakan dengan cara yang betul.

Kuncinya, garam tidak boleh dimasak! Kesalahan kita kebanyakan ialah memasak garam yaitu dengan memasukkan garam ke dalam masakan ketika masih mendidih/panas.

Hal tersebut akan menyebabkan garam menjadi racun/toksin. Jika garam dimasak dengan cara di atas, garam akan menyebabkannya ber-asid dan membahayakan kesehatan serta mengundang berbagai penyakit, selain itu kandungan yodium pada garam yang juga akan hilang.

Cara yang benar menggunakan garam agar benar-benar menjadi obat bagi anda yaitu:

1. Masaklah makanan yang ingin dimasak sehingga selesai. Contohnya: sayur – masukkan garam dalam masakan apabila matang dan airnya sudah berangsur hangat.

2. Masak makanan tanpa garam! selagi makan, sediakan semangkuk garam dan taburkan di atas makanan yang ingin dimakan sesuai selera masing-masing.

Garam adalah mineral bagi tubuh. “Banyak amalan yang dilakukan oleh para Salafusshaleh ialah dengan mengambil garam sebelum memulai makan”. Garam digunakan sebagai pembuka makan dengan mengambilnya menggunakan ujung jari lalu dimasukkan ke mulut.

Garam adalah mineral. Kelebihannya antara lain mengobati lebih dari 70 penyakit serta tidak akan mengalami keadaan mati mendadak. Berbagai penyakit yang disinyalir timbul akibat garam seperti gejala jantung dan tekanan darah tinggi adalah akibat dari penggunaan garam yang salah. 

Kesimpulannya, yang benar garam di meja makan bukan didapur. Semoga bermanfaat. [dutaislam.com/ed/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini