Selasa, 03 Oktober 2017

NU di Indonesia Bisa Mencapai 90 Persen Jika Warga Nahdliyin Mengikuti Nasehat Kiai Ma’ruf Amin Ini

Foto: NU Online
DutaIslam.Com – Nahdlatul Ulama (NU) merupakan organisasi Kemasyarakatan (Ormas) terbesar di Indonesia. NU akan semakin terus semakin besar jika ada gerakan masif dari warga nahdliyin. Tak hanya warga NU secara struktural. Melainkan juga NU secara kultural.

Hal ini disampaikan Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin setelah belakangan kerap berkunjung ke daerah-daerah dan melihat kondisi NU dan warga nahdliyin. Dari berbagai dialog dengan para kiai dan ulama NU di daerah, ternyata mereka mempunyai semangat yang tinggi di organisasi yang didirikan para kiai di Surabaya 1926 ini.

Hanya saja, mereka belum digerakkan oleh pengurus NU sendiri. Karena itu Kiai Ma’ruf mengajak bahwa NU tidak bisa diserahkan hanya kepada pengurus saja. Pengurus itu sopir, yang punya NU itu ulama. Ulama itu tidak seluruhnya masuk struktural, tapi juga ada yang kultural.

“Nah, yang punya NU itu ulama yang termasuk yang kultural itu,” katanya di gedung PBNU, Jakarta, Senin (2/10), sebagaimana dilansir dari NU Online.

Karena itu, kata Kiai Ma’ruf, jangan biarkan NU hanya diurus pengurus struktural, tapi para kiai bersama-sama menggerakkan NU seperti yang dilakukan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah dan pendiri NU yang lain.

Kiai Ma’ruf juga menyampaikan kepada mereka bahwa NU itu cirinya berakidah Ahlussunah wal-Jamaah, berikut cara berpikir, amaliyah, gerakan, juga organisasi. Setelah itu, semuanya dikonsolidasi dalam sebuah gerakan. 

“Bagaimana organisasi ini dikonsolidasi, direvitalisasi secara jam’iyyah. Karena itu, saya mengajak jama’ah NU menjadi NU jam’iyyah. Ini kita harapkan begitu.”

Untuk tujuan itu, perlu ada gerakan-gerakan yang masif mengajak kiai-kiai NU jama’ah menjadi NU jam’iyah. Kalau itu berhasil NU di Indonesia akan 90 persen.

“Saya ingin menghidupkan apa yang saya sebut dengan semangat NU. Selanjutnya saya serahkan kepada mekanisme organisasi supaya berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya. (

Untuk diktehaui, hadirnya Kiai Ma’ruf Amin ke daerah guna bertemu kiai-kiai, pengurus, dan warga NU. Pertemuan ada yang dikemas dengan ceramah umum atau dialog, kadang berziarah atau hanya silaturahim. Padahal Kiai Ma’ruf usianya tidak muda lagi.

“Mereka rindu Pengurus Besar. Bahkan mereka sebagian mengatakan, ‘selama ini belum pernah didatangi Rais ‘Aam’. Jadi, ketika saya datang kepada mereka, sudah senang sekali,” katanya.

Menurut dia, dengan didatangi Pengurus Besar, mereka merasa disapa, diorangkan, merasa dihargai. “Itu satu yang saya temukan,” katanya. [dutaislam.com/Abdullah Alawi/pin]


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini