Minggu, 15 Oktober 2017

Mengapa Dajjal Benci Tasawwuf dan Tariqah? Seperti Kaum Wahabi?


Oleh Ustadz Tulus S.

DutaIslam.Com - Karena tasawwuf mengajarkan kita penyucian hati dan Taqarrub (dekat) dengan Allah dengan cara berdzikir dan apabila hati suci dan dekat dengan Allah maka Nusroh (pertolongan Allah) akan tercipta seperti yang dilakukan oleh para Sahabat Kanjeng Nabi, yaitu hanya dgn 313 tentera dalam keadaan kelengkapan yang kurang, tapi dapat hancurkan 1.000 tentera kafir yang lengkap bersenjata saat perang Badar.

Begitu juga yang dilakukan Sahabat Khalid Al-Walid ra, hanya dengan membawa 59 org tentara Sahabat, mereka dapat hancurkan tentara Rum sebanyak 60.000 orang yang lengkap berbaju besi dan bersenjata canggih atas pertolongan Allah.

Sejarah telah membuktikan peperangan demi peperangan Islam dengan kafir adalah asbab amalan-amalan mendekatkan diri kepada Allah yang ulama namakan dengan nama "Tasawwuf" dan aqidah yang sahih yaitu aqidah Ahlussunnah Waljamaah yang disusun oleh Asya'irah dan Maturidiyyah.

Baca sejarah Sultan Salahuddin Ayubi yang merupakan seorang sufi (ahli tasawwuf) dan berakidah Asy'ari dan bermazhab Syafi'i. Baca sejarah Sultan Muhammad Al-Fatih, beliau juga seorang sufi dan bermazhab Hanafi dan berakidah Maturidiy.

Di dalam hadits, Kanjeng Nabi mengabarkan bahwa tentera-tentara Imam Mahdi akan menghancurkan musuh hanya dengan Takbir dan Dzikir-dzikir. Apakah mungkin tentara-tentara Mahdi akan datang dari kalangan Wahabi? Sepertinya tidak mungkin. Mengapa?

Karena tentera-tentara Mahdi itu suka dengan berdzikir (kuat berdzikir). Sedangkan wahabi? kita tahu sendiri bahwa mereka suka sekali menyesatkan orang yang berdzikir, mengkafirkan jama’ah dzikir, menghina jama'ah dzikir dengan mengatakan: "dzikir kok pakek geleng-geleng kepala", yang justru mereka sendiri malah tdk berdzikir.

Kanjeng Nabi bersabda:

أَكْثِرُوْا ذِكْرَاللهَ حَتَّى يَقُوْلُوْا مَجْنُوْنٌ (رواه احمد وابى يعلى وابن حبان والحاكم والبيهقى


"Perbanyaklah berdzikir pada Allah hingga orang-orang Munafik mengatakan gila" (HR. Ahmad, Abi Ya’la, Ibnu Hibban, Al Hakim, dan  Al-Baihaqi).

Siapa yang "kepanasan" jika ada jama’ah muslim bersama-sama, berkumpul di dalam satu majlis dzikir? Siapa yang "kejel-kejel" jika ada jama'ah muslim berkumpul berdzikir kepada Allah? Siapa yang "umob ndase" ketika mendengar lafaldz: "laa ilaa ha illallah" yang dilakukan di dalam maupun diluar tahlilan?

Siapa yang dzikirnya mengucapkan: "bid'ah bid'ah bid’ah bid'ah, sesat sesat sesat, tahyul tahyul tahyul, khurofat khurofat khurofat" yang mereka tuduhkan kepada saudara muslim yang tidak sepaham dengan mereka?

Semoga Allah tetapkan hati kita, seluruh keluarga dan keturunan kita dengan "Dzikir" sirran wa jahran, di dalam hati, sendirian maupun bersama-sama dan dijauhkan dari firqoh/sekte/golongan yang menyempal dari aqidah Ahlussunnah Waljama'ah. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini