Senin, 23 Oktober 2017

Markas Pertempuran Santri dan Tugu Pahlawan Surabaya "Banjir" Pekikan Takbir dan Shalawat

Peringatan Hari Santri 2017 di Tugu Pahlawan Surabaya diikuti sekitar 5000 santri. Foto: Istimewa
DutaIslam.Com - Sekitar 5000 santri menggelar upacara pengibaran bendera Merah Putih di Tugu Pahlawan Surabaya untuk memperingati Hari Santri Nasional 2017, Ahad (22/10/2017). Peringatan Hari Santri di Tugu Pahlawan ini tanpak terasa berbebeda mengingat di sanalah bekas perjuangan santri bertempur setelah dikeluarkannya Resolusi Jihad 1945 silam. 

Upacara Hari Santri diselenggarakan Nahdlatul Ulama Kota Surabaya. Upacara rutin tersebut  dipimpin Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakil Allallah sebagai inspektur upacara. Dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Syuriah NU Surabaya KH Mas Sulaiman Rois dan Ketua PCNU Surabaya Dr Achmad Muhibbin Zuhri. Walikota Surabaya Tri Rismaharini tidak hadir.

KH Mutawakil Allallah mengatakan Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman.

”Pada 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai DârusSalâm. Pernyataan ini adalah legitimasi fikih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila,” katanya.

Dia menambahkan, Hari ini santri juga hidup di tengah dunia digital yang tidak bisa dihindari. Internet adalah bingkisan kecil dari kemajuan nalar yang menghubungkan manusia sejagat dalam dunia maya. Ia punya aspek manfaat dan mudharat yang sama-sama besar.

”Internet telah digunakan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan dan dakwah Islam, tetapi juga digunakan untuk merusak harga diri dan martabat seseorang dengan fitnah dan berita hoaks," ujar Kiai Mutawakkil.

Kiai berharap agar santri ‘memperalat’ teknologi informasi sebagai media dakwah dan sarana menyebarkan kebaikan dan kemaslahatan. Selian itu, teknologi hendaknya bisa mereduksi penggunaannya yang tidak sejalan dengan upaya untuk menjaga agama.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf memberikan semangat dengan yel-yel khas ala santri disertai teriakan takbir dan sholawat. Lelaki yang akrab disapa Gus Ipul ini mengajak para santri untuk tetap taat para ulama baik yang hidup maupun yang sudah tiada. Menurutnya, roh dan semangat para ulama tetap hidup meskipun jasadnya sudah tiada.

”Pesan para ulama harus tetap dipegang teguh para santri," katanya.

Upacara di Tugu Pahlawan dimeriahkan berbagai atraksi oleh perkumpulan pencak silat Nahdlatul Ulama Kota Surabaya. Pagar Nusa menampilkan atraksi pertarungan ala santri.

Sebelum upacara, telang berlangsung pembacaan 4.444 sholawat Nariyah di kantor ‘Hoofdbestuur Nahdotoel Oelama’ Jalan Bubutan Surabaya. Tempat tersebut merupakan merupakan markas para ulama pada masa penjajahan. [dutaislam.com/sm/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini