Minggu, 01 Oktober 2017

KH M Yusuf Chudlori: Muharram Bulan Penuh Barokah

Gambar: pinterest.co.uk 
Oleh: Vinanda Febriani

DutaIslam.Com - Alhamdulillah kita semua dapat bertemu dengan bulan Muharram, salah satu bulan istimewa dalam Islam yang amat dimulyakan oleh Allah SWT. Pada bulan ini banyak sekali peristiwa besar dalam sejarah Islam. Salah satunya adalah riwayat dari Nabi Adam AS. Nabi Adam dan Siti Hawa di keluarkan dari Surga karena telah memakan buah khuldi menuruti hawa nafsu. Akhirnya keduanya dikeluarkan dari Surga dan ditempatkan di bumi dengan bertempat yang terpisah. Setiap siang dan malam, keduanya selalu berdo’a memohon ampunan serta pertolongan Allah SWT.

Bayangkan saja, dunia sebesar ini hanya dihuni oleh dua orang. Berpuluh-puluh tahun keduanya meminta ampunan kepada Allah namun belum saja dapat diterima oleh-Nya. Namun setelah sekian lama mereka benar-benar bertaubat, akhirnya taubat keduanya diterima oleh Allah tepat pada tanggal 10 Muharram. Mereka berdua dipertemukan kembali oleh Allah SWT di Jabbal Rahmah. Bagi orang yang pernah pergi haji atau umrah tentu pernah mendengar dan berkunjung ke bukit yang satu ini. Memang tidak asing didengar oleh telinga kita sebagai Umat Muslim. Di atas bukit ini terdapat suatu tempat berupa batu yang merupakan tempat untuk berdo’a yang mustajab. Biasanya, orang menyempatkan mampir ke bukit ini untuk berdo’a supaya dimudahkan dan diperlancar dalam hal jodoh.

Maka sebenarnya, menikah di bulan Muharram itu sah-sah saja tidak ada yang melarang. Asalkan dengan niat baik, niat tabarruk akan pertemuan Nabi Adam dengan Siti Hawa. Namun, kebanyakan orang Jawa dengan tradisinya melarang adanya pernikahan pada bulan mustajab ini dengan berbagai anggapan-anggapan mitos. Tidak ada hari yang buruk, Allah menciptakan hari-hari di dunia ini dengan penuh kebaikan dan barokah. Allah menciptakan 12 bulan dalam satu tahun tidak ada yang buruk, semuanya baik. Hanya saja Allah SWT menempatkan bulan yang terbaik diantara yang baik dengan tempat yang istimewa dan mustajab, salahsatunya ialah bulan Muharram ini. Malam 1 muharram adalah malam paling mustajab.

"Innamal a’malu binniyat" segala sesuatu bergantung pada niat. Kiai dan Ulama zaman dahulu sering berkata bahwa jangan pernah melakukan maksiat pada bulan Muharram ini. Maknanya, pada bulan ini manusia di perkenankan untuk melaksanakan ibadah, dzikir dan amalan-amalan lain termasuk juga menyantuni anak-anak yatim yang dimuliakan Allah dan dicintai Rasulullah.

Riwayat Nabi Musa AS dikejar oleh pasukan raja Firaun dan kemudian Nabi Musa AS menancapkan tongkatnya yang dapat membelah lautan dan beliau pun menyeberangi lautan tersebut. Maka, pada tanggal 10 Muharram ini Nabi Muhammad SAW mengajak seluruh ummat Islam untuk berpuasa demi merayakan kemenangan Nabi Musa AS.

Bulan Muharram juga merupakan bulan santunan anak Yatim. Rosulullah merupakan seseorang yang sangat tidak ingin mendengar tangisan anak yatim, derita anak yatim, saking cintanya Rosulullah kepada anak yatim. Disurga kelak, anak yatim lah yang akan menghantarkan kita untuk dapat bertemu Rosulullah SAW.

Di bulan Muharram yang penuh barokah ini, mari kita perbanyak ibadah dan amal shaleh. Karena sebaik-baik bulan setelah bulan Ramadhan merupakan bulan Muharram. Oleh karena itu, pada bulan ini orang berbondong-bondong untuk dapat melaksanakan puasa sunnah 9-10 muharram maupun 1 bulan FDS "Full Day Shaum" dan juga menyantuni anak-anak yatim dengan harapan mendapat syafaat Rosulullah di Yaumul Akhir nanti, Allahumma Aamiin. [dutaislam.com/gg]

Diresume dari mauidloh KH M Yusuf Chudlori 29 September 2017.

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini