Sabtu, 21 Oktober 2017

Ketika KHR As'ad Syamsul Arifin Sedang Berceramah, Tiba-tiba Datang Gurunya


DutaIslam.Com - Pernah suatu ketika KHR. Khalil As'ad Syamsul Arifin sedang berceramah di atas panggung, saat asyik memberikan mau'izhoh hasanah tiba-tiba datang KH. Thaifur Aliwafa, kala itu sebagai tamu undangan dalam acara tersebut. Sontak, hadirin kaget sebab Kiai Khalil As'ad turun dari podium dan menunjukkan rasa ta'zhim beliau kepada Kiai Thaifur Ambunten. Lalu Kiai Khalil melanjutkan ceramahnya di bawah, seakan panggung tak lagi pantas ditempati setelah Kiai Thaifur hadir.

Ternyata dahulu Kiai As'ad ayah Kiai Khalil pernah berguru kepada Kiai Aliwafa Ambunten, ayah Kiai Thaifur.

Akhlak Ulama masih kental kapanpun dan dimanapun. Begitu tinggi dan dalamnya rasa hormat dan ta'zhim para Ulama-ulama kita terhadap Guru-gurunya, bahkan terhadap putra-putra Gurunya, dan bahkan terhadap keturunan orang-orang yg pernah menjadi Guru Abah-nya. Subhanallah...

Dikisahkan pula, pernah suatu ketika Imam Hanafi mengajar di depan ribuan murid-muridnya didalam suatu majlis, tiba-tiba ada seorang anak kecil asyik bermain dengan teman-temannya yg lain dan melintas didepan Sang imam. Sontak Imam Hanafi menghentikan pengajiannya itu dan berdiri memberi salam hormat kepada anak kecil tersebut.  Para hadirin tercengang heran. Salah satu dari mereka bertanya : "Wahai Guru, mengapa anda begitu hormat dan ta'zhim pada seorang anak kecil yg sedang asyik bermain itu??"

Imam Hanafi menjawab: "Ya,  karena sebelum aku menjadi seperti saat sekarang ini, aku dulu pernah berguru kepada Abah-nya. Bagiku Guru adalah Guru, segala yg bertalian nasab dan memiliki hubungan dengan Guru-ku maka dia adalah Guru, bahkan sandal milik Guru-ku pun bagiku adalah Guru. Hormatilah Guru-mu, anakku!! Sebab tanpa jasa seorang Guru kau takkan pernah ada artinya disisi manusia-manusia lainnya, dan disisi Allah..!!"

Demikian juga dikisahkan, pada suatu hari Syeikh Abdul Qadir al-Jailaniy mengajar murid-muridnya. Ditengah-tengah pengajian berlangsung tiba-tiba beliau menghentikan pengajiannya itu dan berdiri berjalan menuju seorang pengemis yg mengenakan pakaian kotor dan dekil yg duduk dibagian pojok belakang tempat beliau menyampaikan pengajiannya tersebut. Sesampai di hadapan si Pengemis itu, Sang Syeikh memeluknya dan menciumnya dari ujung kaki sampai ujung kepala sambil menangis sesenggukan. Para hadirin tertegun, heran dan penuh tanya. Tiba-tiba Sang Syeikh berkata:

"Wahai murid-muridku semuanya, sebab jasa orang inilah maka aku bisa mencapai apa yg telah aku capai saat ini. Ketahuilah wahai murid-muridku, orang ini adalah Guru-ku..!!"
لو لا المربّي ما عرفت ربّي
[dutaislam.com/ed]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini