Rabu, 25 Oktober 2017

Kalaupun Benar Bupati Lamsel Minta Maaf, Harus Secara Lisan dan Disiarkan Media


DutaIslam.Com - Tadi malam sekira pukul sebelas malam (24/10/2017), tiba-tiba tersebar di grup-grup WA permintaan maaf dari Zainuddin Hasan Bupati Lampung Selatan.

"Saya Zainuddin Hasan, Bupati Lampung Selatan dengan ini menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Nahdliyin se-Indonesia dan kepada Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj atas ucapan saya dalam sambutan Hari Santri ke-III, hari Minggu tanggal 22 Oktober 2017 di Kalianda. Bahwa Ucapan saya tersebut tidak bermaksud untuk menebar kebencian atau menyinggung Ketua Umum PBNU dan keluarga besar Nahdliyin seluruh Indonesia." Begitu kata Zainuddin yang tersebar di grup-grup WA itu.

Para awak media pun dengan cepat memberitakan permintaan maaf Zainuddin tersebut. Setidaknya pagi-pagi buta tadi, Penulis menemukan sudah ada sekitar lima media yang memberitakannya. Melihat berita/poster permintaan maaf itu ketika dibagikan di grup WA, seorang teman berkata, "cukup?". Seorang teman lagi berkata agak keras, "Kalau permintaan maafnya seperti ini diterima, betapa murahnya NU."

Betul memang. "Apa cukup seperti itu?" Apalagi kalau dicermati, pidato yang jelas-jelas bernada provokatif dan menyebut Kiai Said suka ngantem sono-sini itu, cuma dia katakan: "Ucapan saya tersebut tidak bermaksud untuk menebar kebencian atau menyinggung Ketua Umum PBNU dan keluarga besar Nahdliyin."

Kalau memang Pak Bupati benar-benar minta maaf, Setidaknya tuntutan yang diajukan teman-teman NU Lampung Selatan minimal dipenuhi. Secara lisan juga, dan disiarkan di media. Baca tuntutannya berikut: Pidato Provokatif di Hari Santri, Zainuddin Hasan Bakal Didemo Nahdliyyin Se Lampung Selatan. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini