Kamis, 05 Oktober 2017

[Hari Santri 2017-2] Tiga Spirit Hari Santri Ala Gus Sholah

Gus Sholah. Foto: NU Online
DutaIslam.Com - Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid mengapresiasi banyaknya kegiatan yang disiapkan panitia Hari Santri (Hasan) 2017 di Kabupaten Jombang. Merayakan hari santri berarti mengenang resolusi jihad kaum santri.

”Hasan 2017 ini akan mengenang resolusi jihad. Hari Santri ini kan mengenang resolusi jihad. Salah satu kontribusi besar pesantren kepada Indonesia,” ujar kiai yang akrab disapa Gus Sholah tersebut sebagaimana dilansir dari Jawa Pos Radar Jombang, Kamis (28/09/2017).

Dalam memperingati Hari Santri menurutnya ada tiga spirit yang mesti digelorakan. Pertama, meningkatkan kontribusi pemerintah kepada pesantren.

“Ditetapkannya Hari Santri berarti pemerintah mulai mengakui pesantren. Ini harus ditingkatkan dengan membiayai pesantren. Sebab pesantren itu seratus persen dibiayai pemerintah,” katanya.

Kedua, kata Gus Sholah, pesantren harus meningkatkan perannya di bidang ekonomi, sosial, dan pendidikan. Pasalnya, pemerintah belum mampu menjamin hak-hak rakyat dalam ketiga bidang tersebut.

”Sekolah saja baru SD yang digratiskan,” katanya.

Ketiga, santri harus fokus belajar menyerap ilmu dan keteladanan akhlak dari para Kiai. ”Seperti yang disampaikan Mbah Hasyim, santri yang baik adalah yang bisa menerapkan ajaran di pesantren ketika kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, santri tidak terbatas yang tinggal di pesantren. Melaikan orang-orang yang masih punya minat belajar kepada Kiai dan mengamalkan ajarannya.

Dia menambahkan, 22 Oktober 1945 adalah hari dimana KH Hasyim Asy’ari mengeluarkan resolusi jihad yang mewajibkan masyarakat berjuang mempertahankan Surabaya yang hendak kembali dicaplok penjajah. Proklamasi kemerdekaan  saat itu masih seumur jagung.

Untuk diketahui, kegiatan Hari Santri yang diadakan berbagai pihak di Kabupaten Jombang Festival Film Pendek, Lomba Essay True Story, Pelatihan Imam dan Khatib, Workshop Wirausaha Santri, Lomba Paduan Suara Santri Putri, Festival al Banjari, Workshop Wirausaha Cake and Craft, Ngaji Media: Yang Muda yang Berkarya, Madrasah dan Sekolah Ma’arif Challenge, dan Seminar Santri dan Resolusi Jihad yang bertempat di Aula Unipdu.

Selain itu, ada juga Santri Expo dan Gelar Potensi Jombang di Gedung PSBR, Istighasah Kebangsaan di Masjid Baitul Mukminin Alun-Alun Jombang. Puncaknya acara apel dan pawai kebangsaan pada 22 Oktober dimulai dari Alun-alun hingga Stadion Jombang. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini