Senin, 23 Oktober 2017

Duet KH Hasib Wahab (Rais) dan Ir. Yusuf Arif (Tanfidzi) Pimpin PP ISHARI NU 2017-2022

H. Ir. Yusuf Arif (kiri) dan KH Hasib Wahab (kanan), Ketua Umum dan Rais Aam Majelis Hadi PP ISHARI NU 2017-2022 hasil Munas Pertama ISHARI NU di Ponpes Minhajul Abidin, Janti, Jogoroto, Jombang. Foto: www.dutaislam.com  
DutaIslam.Com - Setelah dua hari para peserta Munas Pertama Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia (ISHARI) NU melakukan giat sidang pleno hingga dua kali, akhirnya KH Muhammad Hasib Wahab terpilih sebagai Rais Aam PP ISHARI 2017-2022.

Putra KH Abdul Wahab Chasbullah yang juga pendiri ISHARI tersebut dipilih oleh tim sembilan hasil musyawarah dalam forum pleno yang berlangsung sejak Sabtu-Ahad (21-22/10/2017) di Pondok Pesantren Minhajul Abidin, asuhan KH Rusdi Mizan, Janti, Jogoroto, Jombang, Jawa Timur.

Dalam sidang pleno III dengan agenda pemilihan ketua umum, Kiai Hasib Wahab menyatakan siap jika diberi amanat, "kalau diberi amanat, insyaallah kami siap. Semoga ISHARI akan lebih baik," ungkapnya dalam sambutan sebagai Rais Aam, dalam sidang pleno III dengan agenda Pemilihan Ketua Umum, Ahad (22/10/2017) siang sekitar pukul 12:30 WIB.

Kiai Hasib juga menyatakan bahwa PBNU dan PWNU sudah memberikan restu atas Munas Pertama ISHARI di Jombang tersebut. Ia juga meminta maaf kalau atas berpindahnya lokasi Munas dari Tambak Beras ke Janti, Jogoroto.

"Ini adalah legal, resmi dan mendapatkan restu dari Nahdlatul Ulama," terangnya sambil meminta supaya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PP ISHARI NU nantinya ditempatkan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambak Beras, dimana Kiai Hasib juga pengasuhnya.

Setelah memberikan amanat selaku Rais Amm ISHARI di sidang pleno III siang itu, Kiai Hasib dimohon peserta pleno untuk memilih ketua umum ISHARI secara aklamasi oleh peserta Munas. 

Sebelumnya, ketua sidang sudah memberikan pilihan mekanisme pemilihan ketua kepada peserta sidang, antara aklamasi, voting tertutup, voting terbuka atau diserahkan kepada fatwa Rais Aam terpilih. Mayoritas peserta memilih opsi terakhir.  

Ketua sidang memberikan penjelasan bahwa calon ketua harusnya memenuhi beberapa syarat, antara lain, 1). Merupakan sosok tokoh nasional, 2). Punya kedekatan dengan PBNU, 3). Memiliki kepedulian terhadap ISHARI, dan 4). Pernah masuk sebagai jajaran pengurus ISHARI minimal di tingkat cabang (daerah).

Namun, oleh Kiai Hasib, syarat yang pertama tidak perlu ditekankan sebagai syarat utama. Menurut Ketua PBNU tersebut, kandidat calon ketua ISHARI harus benar-benar mengerti tentang ISHARI dan juga menggelutinya.

"Yang penting orangnya netral, tidak terpengaruh politik praktis," tutur Kiai Hasib yang disambut tepuk tangan peserta. "Benar-benar ngurus, jangan jadi urusan (masalah)," imbuhnya. Baca: Empat Kandidat Ketua PP ISHARI Ini Saling Adu Visi Misi di Munas 1 Jombang.

Karena terus didesak untuk memilih pendampingnya sebagai Ketua Umum (tanfidzi), akhirnya Kiai Hasib menjatuhkan pilihan kepada H. Ir. Yusuf Arif Rahman, yang saat itu menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) ISHARI Provinsi Jawa Timur dan sekaligus Ketua Panitia Munas Pertama ISHARI di Jombang.

"Dia sudah teruji dan terbukti dan juga ada waktu. Kalau tidak ada waktu khusus untuk ISHARI, nanti perkembangannya akan terseok-seok," jelas Kiai Hasib. "Kita setujui Ketua Umum PP ISHARI adalah kita pilih dan kita tetapkan, Pak Haji Arif," ujarnya, ditandai ketokan palu tiga kali. Sah! Al Fatihah!

"Selamat berjuang, kita terus maju, saya yakin pengurus terpilih makin semangat kerja, kerja dan kerja. Tapi harus i'mal lidunyaka ka annaka ta'isyu abadan/ bekerjalah untuk duniamu seakan-akan engkau hidup abadi," demikian pesan Kiai Hasib yang diakhiri dengan upacara ucapan "selamat" kepada Ketua Umum terpilih, secara bergantian dari seluruh peserta Munas. Acara ditutup dengan pembacaan maulid Syaroful Anam khas ala ISHARI dengan rodat hadrah.
Gus Takdir (putih), salah satu pelatih rodat nasional ISHARI saat memberikan ucapan selamat kepada Ketum ISHARI terpilih, Yusuf Arif, dan dibalas cium tangan tanda ta'dzim, Ahad (22/10/2017) Foto: www.dutaislam.com
Ada 17 nama yang dipilih menjadi tim formatur pembentukan pengurus PP ISHARI NU pasca Munas. Mereka adalah tim sembilan ditambah delapan nama usulan peserta sidang pleno III siang itu, yakni:

  1. KH Muhammad Hasib Wahab (Rais Aam Majelis Hadi PP ISHARI NU),
  2. Ir. H Yusuf Arif Rahman (Ketua Umum PP ISHARI NU), 
  3. KH Muslihudin Abbas, 
  4. KH Mahmud Sami' 
  5. Kiai Ghufron Muhmammad, 
  6. Kiai Ali Faishol, 
  7. Kiai Musthofa Sami', 
  8. Gus Takdir Alisyahbana, 
  9. KH Munif Syaroni, 
  10. Kiai Muhamamd Nuruddin,
  11. Gus Muhammad Ubaid Zuhri (Mojokerto), 
  12. H Solihan (Ketua ISHARI Jombang, dan ketua panitia lokal), 
  13. KH Halim Mujtaba (Blora), 
  14. KH Ali Thohir (Pamekasan), 
  15. H Abdul Jalil (Gresik), 
  16. KH Syamsul Huda (Pengasuh Pesantren Assyafiiyyah Pogalan, Trenggalek), dan 
  17. KH Ali Muzakki bin KH. Nursalim (Pengasuh Pesantren Jabung, Malang).

Sebagai saksi sejarah, Dutaislam.com mengucapkan selamat kepada KH Muhammad Hasib Abdul Wahab Chasbullah dan H. Ir. Yusuf Arif Rahman sebagai Rais Aam Majelis Hadi dan Ketua Umum Tanfidzi Pimpinan Pusat Ikatan Senia Hadrah Republik Indonesia (PP ISHARI) Nahdlatul Ulama (NU) periode 2017-2022. [dutaislam.com/ab]  

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini