Minggu, 08 Oktober 2017

Diobral, Masyarakat Kota Sekarang Mulai Jengah dengan Syari'ah

Wan Rasyid saat menyampaikan materi di MacDI ke 2 di Sragen, Ahad (08/10/2017)
DutaIslam.Com - Istilah syariah yang harusnya sakral, sudah bergeser fungsinya. Istilah tersebut sudah diobral murah oleh para pemain bisnis perkotaan, sebagaimana murahnya mengobral "Bela Islam" untuk aksi demo jalanan tanpa tujuan jelas.

Demikian diungkapkan Wan Rasyid (46), analis hoax Duta Islam dalam Majelis Cyber Duta Islam (MaCDI) ke 2 di Gedung PCNU Kabupaten Sragen, Jateng, Ahad (08/10/2017) pagi. Menurut aktivis medsos dari Jogja tersebut, istilah syariah makin latah dipakai untuk kegiatan yang hanya dalam rangka menarik pembeli saja.

"Bisnis properti, koperasi, perbankan, penginapan, minimarket, kolam renang, hingga roti pun pernah dilabel syariah," ujarnya di hadapan puluhan peserta aktivis medsos dari sekitar Sragen yang mengikuti sesi ketiga dari seluruh jadual.

Seakan-akan, lanjut Wan Rasyid, kalau sudah ada kata syari'ah, semua jadi halal. Padahal banyak bisnis berlabel syariah ternyata kena ciduk karena tidak berijin. "Syariah digunakan istilah tapi prosedur dan administrasi sering tidak diutamakan. Syariah jadi latah, padahal sangat sakral," imbuhnya.

Misuh pun, guyon Wan Rasyid, akhirnya bisa jadi syariah kalau diterjemahkan jadi bahasa Arab. "Kalau begitu, misuh-misuh pun bisa dianggap syariah jika diungkapan pakai Bahasa Arab," tegasnya, peserta tertawa.

Asu, misalnya, bisa dianggap jadi halal kalau diterjemahkan jadi "kalbuka". Cangkemmu (mulutmu) yang syariah adalah "famuka". "Ini contoh akibat latahnya penggunaan istilah syariah tanpa mengutamakan substansi," lanjut Wan Rasyid.

Sayangnya, minhum yang latah pakai istilah syariah itu acap mengafirkan amaliyah syar'iyyah kalangan nahdliyyin. Lain sisi mereka memprofankan syariah, sisi lainnya, mereka membid'ahkan amaliyah orang-orang yang tidak latah menggunakan istilah syariah, Nahdliyyin. Ironis. [dutaislam.com/ab]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini