Selasa, 19 September 2017

Tak Cukup Kesalehan Pribadi, Alumni LP Ma'arif Juga Harus Miliki Kesalehan Sosial


DutaIslam.Com - Banyak sekali sekolah yang mampu mencetak lulusan yang cakap secara intelektual tapi tidak shalih. Karenanya, LP Maarif sebagai lembaga pendidikan di bawah naungan Nahdlatul Ulama harus mampu mencetak lulusan yang memiliki kesalehan pribadi dan sosial.

Demikian disampaikan oleh Ketua Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU Arifin Junaidi dalam upacara peringatan hari lahir LP Ma’arif NU pada peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU (Perwimanas) II di lokasi perkemahan, Lapangan Tembak Akmil Magelang, Jawa Tengah, Selasa (19/09/2017). Upacara ini diikuti oleh ribuan peserta upacara dari berbagai wilayah di Indonesia.

“Hari ini, Lembaga Pendidikan Ma’arif NU sudah genap berusia 88 tahun. Tema yang diambil pada ulang tahun kali ini adalah membentuk generasi bangsa yang berkarakter mandiri dan berinovasi,” ungkap Arifin Junaidi di hadapan para peserta.

Pada kesempatan itu, Arifin Junaidi mengingatkan bahwa LP Ma’arif NU lahir karena diharapkan mampu melakukan inovasi pada pendidikan di NU.

“Seperti yang dilakukan oleh salah satu pendiri LP Ma’arif, yakni KH. Wahid Hasyim. Beliau melakukan inovasi dengan mendirikan sekolah formal yang di situ diajarkan bahasa asing,” ujar Arifin Junaidi.

Model lembaga pendidikan formal yang didirikan oleh Kiai Wahid Hasyim itu lalu diikuti oleh pengurus NU di berbagai daerah.

“Sejak berdiri, LP Ma’arif sudah merintin sebagai lembaga pendidikan di bidang hukum, perdagangan, pertukangan, pertanian dan sekolah untuk fakir miskin,” kata Arifin.

Arifin juga menceritakan bahwa pada Muktamar di Purworejo, Rais Akbar PBNU KH. Hasyim As’yari pernah berpidato agar memusatkan perhatian untuk mendidik dan menjaga generasi NU.
‘Itu semua harus dijalankan dengan tenang dan tidak gaduh,” ujar Arifin Junaidi.

Jangan lupa juga, kata Arifin Junaidi, sebagai Lembaga Pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama, LP Maarif harus selalu menanamkan Islam ramah dan Islam jalan tengah kepada para peserta didik.

“Presiden telah mengeluarkan peraturan pendidikan karakter yang salah satu pointnya, memperkuat peserta didik dengan harmonisasi olah pikir, olah rasa dan olah hati. Itu sudah sesuai dengan yang dilakukan oleh LP Ma’arif bertahun-tahun,” tandas Arifin Junaidi. (Rokhim).
[dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini