Minggu, 24 September 2017

Sebar Propaganda KH Hasyim Muzadi (Alm) Diklaim Dukung Aksi 212, Minhum Minta Dijotos?


Propaganda lama minhum yang terus disebar dan digoreng.

DutaIslam.Com – Kelakuan minhum makin liar dan kurang ajar. Segala cara dihalalkan untuk meraih ketenaran. Termasuk dompleng tokoh-tokoh NU untuk mendapat simpati dan kepercayaan masyarakat khususnya warga Nahdliyin.

Belakangan ini kembali beredar panflet yang diklaim pernyataan Mantan Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi (alm) soal aksi 212 di Monas pada Desember 2016 lalu. Dalam panflet itu, KH Hasyim Muzadi dinilai berpihak kepada minhum dengan mendukung  dan memuji-muji aksi  “Sableng” tersebut sebagai peristiwa serupa perang badar jaman Rosulullah. 

Orang yang sudah meninggal oleh mereka dijadikan alat propaganda. Bagaiman dengan yang nyata-nyata masih hidup. Astagfirullah !!!

Aktivis NU, Al Faqir, ketika melihat kembali panflet tersebut menilai, isi tulisan sebagai bentuk tahayyul. Menurutnya Badar tempatnya di Arab (zaman Rosulullah). Bukan di Indonesia seperti yang diklaim minhum.

”Lagian mengapa harus bawa-bawa KH Hasyim Muzadi,” katanya.

Sementara itu, aktifis muda NU Dalwadi mengatakan, panflet yang berisi gambar KH Hasyim tersebut, merupakan panflet lama. Kata Dia, redaksi tulisannya sudah diubah sedemikian rupa agar tanpak meyakinkan.

”Gambar lama, ini. Redaksinya nggak begitu, kalau nggak salah sudah dibumbuin biar sedap,” ujar grup diskusi dutaislam#01, Minggu (24/09/2017).

Penyebaran panflet tersebut dinilai sebagai strategi minhum untuk merebut hati masyarakat khususnya warga nahdliyin. Karena KH Hasyim Muzadi merupakan kiai sekaligus tokoh NU berpengaruh.

”Mereka memang selalu dompleng, numpang tenar melalui tokoh NU dan ulama untuk memperkuat propagandanya. Padahal seringkali hanya potongan dari ceramah tokoh yang kemudian ditambah vitsin (bumbu, Red) supaya sedap. Terkadang juga hanya mencatut foto, sedangkan propaganda murni dari mereka,” ujar aktifis NU lain Sholihin.

Penelusuran Dutaislam.com, panflet tersebut merupakan panflet lama yang disebar media-media minhum seperti portal-islam.id, eramuslim.com,  nasional in, afdalilahi.com, obsesionnews, dan kloni-kloninya.

Propaganda tersebut terus digoreng dan disebar terus menerus. Portal Online Eramuslim.com, misalnya, sudah memuat panflet tersebut pada Tanggal 5 Desember 2016. Namun, gambar yang sama dimuat Portal-islam.id pada 16 Maret 2017. Kemudian pada Tanggal 17 Maret 2017, melalui pernyataan Riziq Shihab sebagaimana dimuat Portal Online Nasional.in kembali memuat panflet tersebut.

Gambar propaganda untuk menggembosi NU dan warga Nahdliyin itu beberapa hari terakhir kembali beredar dan sampai kepada redaksi Dutaislam.com  Maunnya apa, mereka? Minta jotos? [dutaislam.com/pin]


Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini