Selasa, 12 September 2017

Pemerintah Myanmar Bisa Belajar dari Gus Dur Soal Rohingya

Kunjungan Gus Dur ke Papua untuk menerima award tertinggi dari Dewan Adat Papua (DAP) di GOR Cenderawasih, Jayapura, (15/11/2006) Foto oleh JPNN.
DutaIslam.Com - "Nama Rohingya di Myanmar itu nama yang tabu. Pemerintah Myanmar tidak membolehkan semua orang memakai nama Rohingya. Bahkan masyarakat internasional dikecam oleh mereka ketika menggunakan kata Rohingya. Buat mereka ini Benggali," kata Yenny Wahid dalam video 164 channel yang disebar NU Online (11/09/2017).

Menurut Yenny, hal tersebut sama dengan Papua dulu, kata Papua merupakan kata yang tabu. Bahkan, ketika ada orang yang menyebut kata Papua bisa masuk penjara.

Namun bagi orang Papua, kata Yenny, nama Papua adalah identitas dirinya, kebanggaan dirinya. Karena itu, lanjutnya, oleh Gus Dur kemudian orang Papua diberikan hak untuk menggunakan namanya kembali.

"Ini adalah upaya untuk memuliakan mereka," terang Yenny.

Melihat peristiwa yang demikian, Yenny menyarankan agar pemerintah Myanmar bisa meniru apa yang dilakukan Gus Dur. "Saya rasa dalam hal ini pemerintah Myanmar bisa belajar dari pengalaman Indonesia tersebut," tandasnya. [dutaislam.com/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini