Dutaislam.com Mengucapkan Selamat Tahun Baru Hijriyah 1439 H. Kamis, 21 September 2017

  • Nikah dan Tradisi

    Admin: Duta Islam
    Dimuat: Selasa, 12 September 2017
    A- A+
    Foto: mahligai-indonesia.com 
    DutaIslam.Com - 1. Weton (Penentuan Hari Menikah)
    Dalam fatwa yang disampaikan oleh Syaikh Ibnu Ziyad tentang mencari hari-hari tertentu untuk menikah, beliau mengutip beberapa pendapat ulama yang membolehkan, asalkan meyakini bahwa semua yang terjadi adalah dari takdir Allah, bukan pengaruh hari-hari tertentu. Seperti dijelaskan dalam hadis sahih:

     ﻗﺎﻝ: " ﺃﺻﺒﺢ ﻣﻦ ﻋﺒﺎﺩﻱ ﻣﺆﻣﻦ ﺑﻲ ﻭﻛﺎﻓﺮ، ﻓﺄﻣﺎ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ: ﻣﻄﺮﻧﺎ ﺑﻔﻀﻞ اﻟﻠﻪ ﻭﺭﺣﻤﺘﻪ، ﻓﺬﻟﻚ ﻣﺆﻣﻦ ﺑﻲ ﻭﻛﺎﻓﺮ ﺑﺎﻟﻜﻮﻛﺐ، ﻭﺃﻣﺎ ﻣﻦ ﻗﺎﻝ: ﺑﻧﻮء ﻛﺬا ﻭﻛﺬا، ﻓﺬﻟﻚ ﻛﺎﻓﺮ ﺑﻲ ﻭﻣﺆﻣﻦ ﺑﺎﻟﻜﻮﻛﺐ " رواه البخاري

    Allah berfirman [dalam hadis Qudsi]: "Di pagi hari hamba-hambaKu beriman pada Ku dan kafir." Jika ia berkata: "Kami diberi hujan karena anugerah dan rahmat Allah. Maka ia beriman kepada Ku dan telah kafir kepada bintang". Barang siapa berkata: "Kami diberi hujan karena bintang ini. Maka ia telah kafir kepada Ku dan beriman kepada bintang" (HR al-Bukhari).

    2. Pemberian Sukarela dari Sahabat dan Kerabat (Buwuhan, Jawa)

    ﻓﻠﻤﺎ ﻛﺎﻥ ﺑﻌﺪﻣﺎ ﺯﻭﺟﻪ ﻗﺎﻝ: " ﻳﺎ ﻋﻠﻲ، ﺇﻧﻪ ﻻ ﺑﺪ ﻟﻠﻌﺮﻭﺱ ﻣﻦ ﻭﻟﻴﻤﺔ ". ﻗﺎﻝ ﺳﻌﺪ: ﻋﻨﺪﻱ ﻛﺒﺶ، ﻭﺟﻤﻊ ﻟﻪ ﻣﻦ اﻷﻧﺼﺎﺭ ﺃﺻﻮﻋﺎ ﻣﻦ ﺫﺭﺓ

    Setelah Nabi menikahkan Ali, beliau bersabda: "Wahai Ali, nikah dianjurkan ada resepsi". Sa'ad berkata: "Saya punya kambing. Dan ia mengunpulkan dari para sahabat Anshor beberapa karung biji buah". (HR ath-Thabrani).

    3. Tradisi Siraman

     ﻓﺪﻋﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ - ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﺑﻤﺎء، ﻓﺘﻮﺿﺄ ﻣﻨﻪ، ﺛﻢ ﺃﻓﺮﻏﻪ ﻋﻠﻲ ﻓﻘﺎﻝ: " اﻟﻠﻬﻢ ﺑﺎﺭﻙ ﻓﻴﻬﻤﺎ، ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻟﻬﻤﺎ ﻓﻲ ﺑﻨﺎﺋﻬﻤﺎ ".
    ﺭﻭاﻩ اﻟﻄﺒﺮاﻧﻲ، ﻭاﻟﺒﺰاﺭ ﺑﻨﺤﻮﻩ ﻭﺭﺟﺎﻟﻬﻤﺎ ﺭﺟﺎﻝ اﻟﺼﺤﻴﺢ، ﻏﻴﺮ ﻋﺒﺪ اﻟﻜﺮﻳﻢ ﺑﻦ ﺳﻠﻴﻂ، ﻭﻭﺛﻘﻪ اﺑﻦ ﺣﺒﺎﻥ

    Kemudian Rasulullah mengambil air, beliau berwudlu' lalu menyiramkan kepada saya (Ali), dan Nabi berdoa: "Ya Allah, berkati keduanya dan berkati dan pernikahan kedunya" (HR ath-Thabrani dan al-Bazzar hal yang sama. Perawi keduanya adalah perawi hadis sahih, kecuali Abdul Karim bin Sulaith, ia dinilai terpercaya oleh Ibnu Hibban" (Majma' az-Zawaid 9/209). [dutaislam.com/gg]

    Ma'ruf Khozin, Aswaja NU Center Jatim

    Terimakasih telah membaca Portal Dutaislam.com (DI). Kami bagian dari jaringan admin web Aswaja. Jika tertarik berlangganan artikel DI, silakan klik FEED. Punya naskah layak terbit? Silakan klik KIRIM NASKAH. Ingin produk dikenal luas, silakan klik IKLAN
  • BEBAS BERKOMENTAR: