Sabtu, 09 September 2017

[Ketahuilah!] Dua Nasihat Jika Bertemu Jamaah Eks HTI

Foto: Tribun Jateng
Oleh Zubaidi Mohammad

DutaIslam.Com - Saya sudah menduga HTI suatu ketika akan dibubarkan. Sekian belas tahun yang lalu saya hadir di pertemuan HTI di gedung Dharmala Jl. Jend. Sudirman, Jakarta. Disana ada Ismail Yusanto, Ustadz Hari Mukti, dan lain-lain. Pada pertemuan itu saya sampaikan beberapa hal kepada sdr. Ismail Yusanto dan hadirin. 

Pertama, soal ajakan mendirikan khilafah adalah menyalahi konsep dakwah Nabi SAW. Sebab sepanjang Nabi berdakwah di Makkah dan Madinah tidak pernah mengajak para shahabat mendirikan negara Islam. Tapi dengan dakwah dan jihad beliau negara Islam dengan sendirinya berdiri. Dan ini adalah taktik dakwah yg beliau contohkan. Coba seandainya dari awal beliau mencanangkan pendirian Negara Islam, pastilah permusuhan dari kekaisaran Persi, Rom, dan lain-lain, sangat dahsyat, dan itu tidak menguntungkan bagi dakwah.

Kedua, pembiaran HTI yang setiap demo atau mengadakan acara apapun selalu meneriakkan ajakan mendirikan Khilafah, itu adalah suatu yg mencurigakan dan patut diwaspadai. Sebab tidak mungkin RI yang menjadikan NKRI harga mati membiarkan adanya kelompok yg ingin mendirikan negara dengan sistem berbeda, yaitu khilafah.

Waktu itu juga saya katakan: saya khawatir dibiarkannya HTI sekarang seperti dibiarkannya aktifitas ceramah-ceramah keras di Tanjung Priok tahun 1985 yg akhirnya berujung pada pembantaian terhadap mereka.

Saya sendiri juga heran kenapa pemerintah membiarkan HTI dlm waktu yg cukup lama. Tapi akhirnya saya memahami bahwa keberadaan HTI sebenarnya cukup menguntungkan bagi partai-partai pemerintah dan partai-partai "kafir".

Mengapa demikian? Karena HTI cukup efektif untuk menggembosi suara partai-partai Islam dengan prinsip GOLPUT mereka, sehingga partai-partai kafir itu dengan mudah bisa menguasai jabatan-jabatan strategis dari pusat sampai daerah.

Tapi kalau akhirnya pemerintah membubarkan HTI juga, tentu karena pemerintah sudah punya kalkulasi sendiri. Buat jamaah HTI saya menasihatkan, bahwa:

Pertama, pembubaran HTI dari pemerintah itu merupakan taqdir Allah yang baik, agar anda semua bisa menyatu penuh dengan umat Islam. Sebab keberadaan HTI selama ini, diakui atau tidak berdampak negatif karena:

a) Jamaah HTI sering tidak mau membaur dengan umat. Mereka yang tinggal di sekitar masjid kalau ada pengajian tidak mau hadir. Tapi kalau yang ngaji ustadz HTI barulah mereka datang berduyun-duyun. Mudah-mudahan setelah pembubaran ini mereka menyatu dengan umat Islam, dalam pengajian dan berbagai aktifitas keislaman.

b) Ketika di Australia saya bertemu seorang aktifis HTI Sydney, terang-terangan dia mengatakan bahwa orang yang tidak ikut HTI atau tidak ikut memperjuangkan berdirinya Khilafah itu setiap hari terkena dosa besar.

Astaghfirullah, apa mereka itu menganggap orang seperti saya yang tidak ikut HTI, tidak terdengar suaranya memperjuangkan Khilafah, dianggap seperti orang yang tiap hari berzina (berbuat dosa besar)? Sebegitu jauh kesesatan berpikir mereka.

Dari pengalaman di Sydney saya menduga, suatu saat HTI tidak hanya menganggap muslim di luar HTI sebagai umat yang berkubang dosa besar, mungkin mereka juga bakal menganggap semua yg tidak ikut HTI adalah kafir, seperti anggapan LDII terhadap semua umat Islam di luar LDII.

Kedua, ketahuilah wahai saudara-saudaraku, bahwa semua orang beriman itu pasti menginginkan berdirinya Khilafah Islamiyah, siapapun orangnya. Kenapa kami tidak teriak-teriak mengajak orang mendirikan Khilafah? Jawabannya: karena Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan begitu.

Kami berusaha dalam dakwah ini menempuh cara seperti yg diajarkan Nabi SAW. Ya, meskipun masih jauh dari Iqtida yang sempurna, tapi yang tidak diajarkan tentu kami tidak amalkan.

Jadi hilangkanlah Su-udhon, bahwa yang tidak ikut HTI dianggap anti Khilafah. Anda salah besar. Lebih salah lagi jika anda menjauhi kami karena Su-udhon tadi. [dutaislam.com/pin]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini