Kamis, 21 September 2017

[Matuk] Penjelasan MUI dan PCNU Soal Pembekuan Masjid Ahmad Bin Hambal di Bogor Bikin Minhum Kejang-Kejang

Foto: NU Online

DutaIslam.Com – Pembekuan Masjid Ahmad bin Hambal (MIAH) di Jalan Pandu Raya Bogor Utara dinilai sangat beralasan. Pasalnya, gerakan kelompok kecil wahabi yang berhaya itu sekarang tak sekadar sebatas wacana. Mereka dianggap sudah berulah dan bikin resah masyarakat sekitar.

Apalagi sudah ada yang ketahuan, mengaku islam tapi ada yang tidak sholat. Astagfirullah!


“Kalau masih sebatas pendapat masih bisa ditolerir, tetapi jika sudah merasa benar sendiri dan menyalahkan orang lain, pasti menimbulkan api dalam sekam,” ujar Ketua MUI Kota Bogor KH Mustofa Abdullah bin Nuh, Selasa (19/9) sebagaimana dilansir NU Online, Rabu (20/09/2017)

Lelaki yang akrab disapa Kiai Toto ini menjelaskan, mayoritas umat Islam kawasan tersebut adalah Ahlussunah wal Jamaah. Kelompok kecil yang menebarkan keresahan (seperti Wahabi ini, Red) tentu akan menyebabkan friksi atau gesekan di masyarakat.

“Masyarakat sudah lama memendam kegelisahan soal ajaran kelompok di MIAH. Jika kenyataanya bangunan tersebut menimbulkan keresahan bisa saja digugurkan IMB-nya,” ujar Kiai Toto ini saat menemui KH Ma’ruf Amin di Gedung PBNU bersama Ketua PCNU Kota Bogor Ifan Haryanto.

Kiai Toto menjelaskan, tuntutan pembekuan masjid murni tuntutan masyarakat. Dia menyangkal adanya dorongan dari pihak-pihak tertentu. Termasuk MUI maupun PCNU Kota Bogor.

Sementara Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor Ifan Haryanto juga membenarkan. Masyarakat yang mayoritas amaliyahnya Aswaja resah dengan keberadaan kelompok di MIAH. Kelompok MIAH jelas-jelas menyebarkan ajaran kebencian terhadap sesama.

Makanya, kata Dia, warga dengan jumlah 20.000 orang menggelar aksi damai di Balaikota Bogor agar IMB masjid dibekukan. 

“Wali Kota Bogor merespon baik tuntutan warga sehingga segera membekukan izin bangunan masjid,” terang pria lulusan Birmingham City Inggris ini.

Menurutnya, dorongan warga Kota Bogor dan warga NU merupakan sebuah penguat moral atau moral force karena sebenarnya Wali Kota mengeluarkan IMB juga karena ada tekanan dari berbagai pihak.

“Kami berharap Wali Kota semakin berani karena masyarakat jelas sudah dibuat resah dengan ajaran mereka,” tandas Insinyur Planologi ITB ini.

Minhum yang mendengar penjelasan ini kira-kira bagaimana, kejang-kejang bukan?[dutaislam.com/Fathoni/pin]

Sumber Data: NU Online 

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini