Sabtu, 23 September 2017

Ketika Ada Orang Bertamu Minta Nomor Togel Kepada Kiai Hamid Pasuruan


DutaIslam.Com - Suatu ketika ada seseorang meminta nomer togel ke Kiai Hamid. Oleh Kiai Hamid diberi dengan syarat jika dapat togel maka uangnya harus dibawa kehadapan Kiai Hamid. Maka orang tersebut benar-benar memasang nomer pemberian Kiai Hamid dan menang.

Saran ditaati uang dibawa kehadapan Kiai Hamid. Oleh kiai uang tersebut dimasukan ke dalam bejana dan disuruh melihat apa isinya. Terlihat isinya darah dan belatung. Kiai Hamid berkata “tegakah saudara memberi makan anak istri saudara dengan darah dan belatung?” Orang tersebut menangis dan bertobat.

Setiap pergi ke manapun Kiai Hamid selalu didatangi oleh umat, yang berduyun duyun meminta doa padanya. Bahkan ketika naik haji ke Makkah pun banyak orang tak dikenal dari berbagai bangsa yang datang dan berebut mencium tangannya. darimana orang tau tentang derajat Kiai Hamid? Mengapa orang selalu datang memuliakannya? Konon inilah keistimewaan beliau, beliau derajatnya ditinggikan oleh Allah SWT.

Pada saat Orde Baru, ada orang ingin mengajak Kiai Hamid masuk partai pemerintah. Kiai Hamid menyambut ajakan itu dengan ramah dan menjamu tamunya dari kalangan birokrat. Ketika surat persetujuan masuk partai pemerintah itu disodorkan bersama pulpennya, Kiai Hamid menerimanya dan menandatanganinya.

Anehnya pulpen tak bisa keluar tinta, diganti polpen lain tetap tak mau keluar tinta. Akhirnya Kiai Hamid berkata: “Bukan saya yang gak mau tanda tangan, tapi bolpointnya gak mau”. Itulah Kiai Hamid dia menolak dengan cara yang halus dan tetap menghormati siapa saja yang bertamu kerumahnya. [dutaislam.com/gg]

Source: Pon-Pes Salafiyah Pasuruan

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini