Selasa, 05 September 2017

Kenali Media Aswaja Rasa Wahabi (Asrabi), Ini Ciri-cirinya!

Sesi lietrasi media ala aswaja dalam Majelis Cyber Duta Islam (MaCDI) ke 1 di Ponpes Al Asror, Semarang (Ahad, 03/09/2017) malam. 
DutaIslam.Com - Media online saat masih didominasi oleh kaum wahabi yang selalu menyeru pada radikalisme. Mereka, mendominasi pemberitaan Islam yang tidak ramah bahkan sangat intoleran. Karena Indonesia mayoritas penduduknya Islam, maka justru yang menonjol Islam itu intoleran.

Banyak di antara mereka yang mengaku-ngaku sebagai penganut faham Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja), tapi amaliyah dan cara berpikirnya adalah wahabi.

“Kalau teman-teman sering menyebutnya Asrabi, yaitu Aswaja Rasa Wahabi,” beber Abdullah Badri ketua panitia kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Majelis Cyber Duta Islam (MaCDI) ke 1 di Pondok Pesantren Putra Putri Al-Asror, Jalan Kauman 1 Patemon, Gunungpati, Kota Semarang, Minggu malam (3/9/2017).

Ia menjelaskan, ada beberapa cira-ciri Asrabi. Salah satunya adalah selalu ingin mengubah Indonesia yang sudah Pancasila menjadi negara Islam. Selanjutnya, mereka antitradisi, seperti tahlilan, yasinan, mauludan dan lainnya.

Sementara itu, Mohammad Syafi' Ali (Savic Ali) Direktur NU Online yang turut mengisi Kopdar Duta Islam, menegaskan bahwa media online Islam, saat ini didominasi oleh media-media wahabi dan Asrabi yang selalu mengampanyekan klaim benar sendiri, antitradisi dan tidak menonjolkan Islam yang ramah.

Ia juga menjelaskan, bahwa kebanyakan, media-media online Islam yang pro NU masih kalah dengan media milik wahabi. Sebab, menurut Savic Ali, saat ini peringat 10 besar media online Islam dikuasai Wahabi.

Bahkan, di internal NU, khusus situs resmi PBNU yakni NU Online menjadi satu-satunya media Islam non-wahabi yang berada di 10 besar, namun maksimal berada di ranking keempat. [dutaislam.com/ibda'/gg]

Advertisement
edit post icon
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
POSTING LAIN Next Post
JUDUL LAIN Previous Post
 

Ketik email Anda di bawah ini